Archive for the ‘Agama Islam’ Category

Ummu Kultsum

Beliau adl seorang wanita yg padat tubuhnya cantik wajahnya dan lebar kedua pipinya. Rasulullah saw memberikan nama utk beliau Ummu Kultsum. Beliau dilahirkan setelah kakaknya yg bernama Ruqayyah. Keduanya sama besar dan sangat mirip dan saling mengasihi sehingga seolah-olah mereka berdua kembar. Sebagaimana yg telah dijelaskan pada profil Ruqayyah dalam edisi sebelum ini maka tatkala Ummu Kultsum diceraikan oleh Utaibah tinggallah beliau bersama adiknya Fatimah di rumah ayahnya Muhammad saw di Mekah sambil ikut membantu ibunya yakni Khadijah Ummul Mukminin yg menghadapi beratnya kehidupan dan ikut meringankan gangguan orang-orang musyrik yg ditujukan kepada kedua orang tuanya. Hingga sampai puncak kebodohannya orang-orang Quraisy memutuskan utk memboikot kaum muslimin dan Bani Hasyim. Pemboikotannya ketika itu berupa menghalangi mereka dari berbagai keperluan menggencet ekonomi dan kemasyarakatan. Maka Ummu Kultsum dan keluarganya termasuk orang yg mengalami sempit dan susahnya hidup akibat pemboikotan tersebut. Hal tersebut berlangsung sampai tiga tahun lamanya. Pada saat itu Ummu Kultsum ra memiliki tanggung jawab yg paling besar krn ibunya Khadijah ra menderita sakit akibat pemboikotan tersebut. Beliau hanya bisa berbaring di tempat krn sakit parah. Ditambah lagi adiknya Fatimah az-Zahra’ masih butuh penjagaan dan bantuannya. Setelah kaum muslimin keluar dari ujian pemboikotan bertambahlah ujian yg menimpa mereka dan bertambah kuat pula tekad mereka dgn adanya cobaan tersebut. Di rumah Nabi saw Ummul Mukminin Khadijah ra sedang menghembuskan nafas yg terakhir sedang ketiga putrinya Zainab Ummu Kultsum dan Fatimah mengelilingi beliau. Begitu pula suami tercinta Muhammad saw duduk di sampingnya ikut meringankan sakaratul maut dan memberi kabar gembira kepada istrinya dgn keni’matan akhirat yg telah Allah janjikan utk dirinya. Pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-10 setelah bi’tsah berangkatlah ruh yg suci menghadap Allah SWT sehingga Ummu Kultsum menjadi orang yg bertanggung jawab mengurus rumah tangga Nubuwwah yg suci. Setelah orang-orang Quraisy merasa gagal utk mencegah beliau saw melalui bidang politik dan kemasyarakatan mereka memutuskan utk melenyapkan Nabi saw. Akan tetapi Allah telah memberitahukan kepada beliau tentang rahasia musuh dan memerintahkan kepada beliau agar hijrah ke Yatsrib . Kaum muslimin hijrah menuju tempat yg memiliki izzah dan pembela begitu pula Rasulullah saw. Ketika beliau hijrah ditemani oleh Abu Bakar as-Shiddiq sedangkan Ummu Kultsum dan Fatimah tetap tinggal di Mekah sampai akhirnya Rasulullah mengirimkan utusan yakni Zaid bin Haritsah utk menjemput mereka berdua menuju Yatsrib. Setelah dua tahun Rasulullah saw tinggal di Madinah Ummu Kultsum menyaksikan kembalinya Nabi dari perang Badar dgn membawa kemenangan. Namun beliau juga menyaksikan wafatnya saudarinya yg mirip dengannya yakni Ruqayyah istri Utsman bin Affan krn sakit yg dideritanya. Bersamaan dgn permulaan tahun ketiga Hijriyah Ummu Kultsum sering melihat Utsman bin Affan bolak-balik menemui ayahnya utk mencari jalan keluar yg dapat menghibur dirinya setelah kehilangan istri yg sangat berarti bagi dirinya. Pada saat yg sama Umar bin Khaththab ra menemui Rasulullah saw utk mengadu dan tampak marah atas sikap Abu Bakar dan Utsman yg menolak tatkala Umar menawarkan kepada mereka agar mereka mau menikahi putrinya yaitu Hafshah. Ketika itu Ummu Kultsum mendengar ayahnya saw bersabda kepada Umar dgn lemah lembut “Hafshah akan dinikahi oleh orang yg lbh baik daripada Utsman dan Utsman akan menikah dgn wanita yg lbh baik daripada Hafshah.” Maka berdebar-debarlah hati Ummu Kultsum krn dgn kecerdasannya beliau bisa menangkap maksud ayahnya bahwa dia akan dinikahkan dgn Utsman sebab siapa lagi yg lbh baik daripada Hafshah binti Umar selain putri Nabi saw? Ketika Ummu Kultsum mengenang saat-saat bersama saudari dekatnya Ruqayyah tiba-tiba Rasulullah saw memanggil beliau utk menyampaikan kabar. Kemudian dilakukanlah akad nikah antara Ummu Kultsum dgn Utsman bin Affan ra. Pada hari itu pula Utsman dijuluki “Dzun Nuurain” sebab belum pernah ada seorang pun yg dinikahkan dgn dua putri Nabi selain dirinya. Berpindahlah Ummu Kultsum ke rumah suaminya dan beliau hidup bersamanya selama enam tahun. Beliau menyaksikan Islam sampai pada puncak kejayaan. Beliau juga menyaksikan ayahnya saw keluar dari peperangan demi peperangan utk menguatkan Islam dan menjadikan Islam jaya. Adapun suaminya “Dzun Nuurain” bersama dgn para sahabatnya berjihad dgn harta dan jiwa. Ummu Kultsum juga menyaksikan “Yaumun Nashr al-Akbar” yakni hari dibukanya kota Mekah sehingga timbullah keinginan hati beliau utk dapat mengunjungi kubur ibunya hanya saja wafat telah mendahuluinya pada bulan Sya’ban tahun 9 Hijriyyah. Maka Rasulullah saw menguburkan beliau di samping saudari dekat yg dicintainya yakni Ruqayyah. Semoga Allah merahmati Ummu Kultsum yg ikut andil besar dalam menanggung beban dakwah di jalan Allah beliau telah merasakan dan mengalami masa yg penuh dgn penderitaan dan posisi dakwah yg paling sulit serta kerasnya hari-hari berjihad. Sumber Nisaa’ Haular Rasuuli Mahmud Mahdi al-Istanbuli dan Mushthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm

Bilal bin Rabah R.A.

Pengumandang Adzan Pertama

Siapakah gerangan lelaki yang ketika didera siksa dahsyat Kafir Quraisy, hanya kata-kata “ Ahadun-Ahad “ yang keluar dari mulutnya, Siapakah pula lelaki yang pada hari-hari akhirnya mengulang-ulang kata-kata, “Besok kita akan bertemu dengan para kekasih (Muhammad dan para sahabatnya)” ?

Dialah Bilal Bin  Rabah, Semoga Allah meridloinya, lelaki yang lahir di Mekah, sekitar 43 tahun sebelum hijrah itu tumbuh di Mekah sebagai seorang hamba sahaya milik anak-anak yatim keluarga Bani Abdud Dar yang berada di bawah asuhan Umaiyah bin Khalaf.

Ketika pada masa permulaan datangnya Islam, Bilal  masuk dalam deretan kelompok yang pertama-tama memeluk Islam (Assabiqunal Awwalin). Taslimnya Bilal saat di atas permukaan bumi baru   hanya ada segelintir pemeluk Islam, Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar Sidik, Ali bin Abi Talib, Ammar bin Yasir dan ibunya; Sumaiyah, Shuhaib Ar-Rumi dan Miqdad bin Aswad.

Bilal adalah salah seorang sahabat Nabi yang paling banyak merasakan siksa dan kekerasan kaum musyrikin Quraisy. Para pemeluk Islam saat itu, rata-rata mempunyai pelindung dari keluarga mereka kecuali dia, Ammar bin Yasir beserta bapak dan ibunya, dan Shuhaib. Karenanya mereka ini banyak menjadi sasaran kesewenang-wenangan kaum musyrikin Quraisy.

Pada suatu hari, ketika matahari di atas kepala dan pasir Mekah seolah mendidih karena sangat panasnya, Umaiyah bin Khalaf dan sekelompok kaum musyrikin melepas bajunya, lalu memakaikan baju besi dan menjemurnya di terik matahari. Selama itu tidak henti-hentinya dia dicambuki dan disuruh mencela Nabi Muhammad saw.

Tetapi selama itu juga, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Bilal kecuali, “Yang Mahaesa! Yang Mahaesa! “ Ahadun-Ahad “

Bila mereka sudah lelah menyiksanya, Umaiyah mengikat lehernya dengan tali besar lalu menyerahkannya kepada anak-anak untuk mereka seret berkeliling kota Mekah.
Setelah itu Bilal dimerdekakan oleh Abu Bakar Sidik ra. setelah dia beli seharga 9 uqiah emas (1 uqiah = 31, 7475). Umaiyah bin Khalaf menjualnya mahal, dengan harapan Abu Bakar enggan membelinya, padahal dalam hatinya dia mengatakan, “Jika dia membelinya 1 uqiah pun akan saya jual.” Sebaliknya Abu Bakar juga mengatakan dalam hati, “Jika tidak mau menjualnya di bawah harga 100 uqiah pun akan saya beli.”
Hal itu membuat Bilal gembira sekali. Dia memulai fase hidup baru. Di kemudian hari dia ikut hijrah ke Madinah bersama kaum Muslimin yang lain.
Muazin Rasul saw. sepanjang hidup beliau. Suatu ketika, setelah Nabi wafat, dia mengumandangkan azan, tetapi setelah sampai pada kata-kata, “Asyhadu anna Muahammadan Rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah)” dia menangis terisak-isak dan meminta kepada Abu Bakar agar dibebaskan dari tugas itu. Dia tidak mampu lagi melakukannya setelah Nabi tidak ada.
Bilal termasuk anggota delegasi dakwah Muslimin pertama yang berangkat ke Syam, dia menetap di Darya (dekat Damaskus) hingga Umar bin Khatab datang ke Damaskus dan menyuruhnya untuk mengumandangkan azan kembali. Umar sangat mencintai dan menghormatinya, dia pernah mengatakan, “Abu Bakar tuan kita dan telah memerdekakan tuan kita (maksudnya Bilal).” Setelah suara azan Bilal mengumandang Umar dan seluruh yang hadir menangis terisak-isak. Mereka teringat saat-saat mendengarkan suara itu pada saat Nabi masih hidup.

Bilal berpulang ke rahmatullah setelah pada hari-hari akhirnya mengulang-ulang kata-kata, “Besok kita akan bertemu dengan para kekasih (Muhammad dan para sahabatnya)”. Semoga Allah meridlai dan memberinya pahala yang baik atas kontribusi yang dia persembahkan kepada Islam dan Muslimin.

Sudut Pandang :

Lahir dan pertumbuhannya:
Beliau lahir di Mekah, sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Bilal tumbuh di Mekah sebagai seorang hamba sahaya milik anak-anak yatim keluarga Bani Abdud Dar yang berada di bawah asuhan Umaiyah bin Khalaf.

Pada saat datangnya Islam, Bilal termasuk dalam kelompok yang pertama-tama memeluk Islam. Dia memeluk Islam pada saat di atas permukaan bumi hanya ada segelintir pemeluk Islam. Yaitu; Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar Sidik, Ali bin Abi Talib, Ammar bin Yasir dan ibunya; Sumaiyah, Shuhaib Ar-Rumi dan Miqdad bin Aswad.

Kesabarannya ketika disiksa:
Bilal adalah salah seorang sahabat Nabi yang paling banyak merasakan siksa dan kekerasan kaum musyrikin Quraisy. Para pemeluk Islam saat itu, rata-rata mempunyai pelindung dari keluarga mereka kecuali dia, Ammar bin Yasir beserta bapak dan ibunya, dan Shuhaib. Karenanya mereka ini banyak menjadi sasaran kesewenang-wenangan kaum musyrikin Quraisy.
Pada suatu hari, ketika matahari di atas kepala dan pasir Mekah seolah mendidih karena sangat panasnya, Umaiyah bin Khalaf dan sekelompok kaum musyrikin melepas bajunya, lalu memakaikan baju besi dan menjemurnya di terik matahari. Selama itu tidak henti-hentinya dia dicambuki dan disuruh mencela Nabi Muhammad saw.
Tetapi selama itu juga, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Bilal kecuali, “Yang Mahaesa! Yang Mahaesa!” Bila mereka sudah lelah menyiksanya, Umaiyah mengikat lehernya dengan tali besar lalu menyerahkannya kepada anak- anak untuk mereka seret berkeliling kota Mekah.
Setelah itu Bilal dimerdekakan oleh Abu Bakar Sidik ra. setelah dia beli seharga 9 uqiah emas (1 uqiah = 31, 7475). Umaiyah bin Khalaf menjualnya mahal, dengan harapan Abu Bakar enggan membelinya, padahal dalam hatinya dia mengatakan, “Jika dia membelinya 1 uqiah pun akan saya jual.” Sebaliknya Abu Bakar juga mengatakan dalam hati, “Jika tidak mau menjualnya di bawah harga 100 uqiah pun akan saya beli.”
Hal itu membuat Bilal gembira sekali. Dia memulai fase hidup baru. Di kemudian hari dia ikut hijrah ke Madinah bersama kaum Muslimin yang lain.

Kelebihan-kelebihannya:
Muazin Rasul saw. sepanjang hidup beliau. Suatu ketika, setelah Nabi wafat, dia mengumandangkan azan, tetapi setelah sampai pada kata-kata, “Asyhadu anna Muahammadan Rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah)” dia menangis terisak-isak dan meminta kepada Abu Bakar agar dibebaskan dari tugas itu. Dia tidak mampu lagi melakukannya setelah Nabi tidak ada.
Bilal termasuk anggota delegasi dakwah Muslimin pertama yang berangkat ke Syam, dia menetap di Darya (dekat Damaskus) hingga Umar bin Khatab datang ke Damaskus dan menyuruhnya untuk mengumandangkan azan kembali. Umar sangat mencintai dan menghormatinya, dia pernah mengatakan, “Abu Bakar tuan kita dan telah memerdekakan tuan kita (maksudnya Bilal).” Setelah suara azan Bilal mengumandang Umar dan seluruh yang hadir menangis terisak-isak. Mereka teringat saat-saat mendengarkan suara itu pada saat Nabi masih hidup.

Wafatnya:
Bilal berpulang ke rahmatullah setelah pada hari-hari akhirnya mengulang-ulang kata-kata, ?Besok kita akan bertemu dengan para kekasih (Muhammad dan para sahabatnya)?. Semoga Allah meridai dan memberinya pahala yang baik atas sumbangan yang dia persembahkan kepada Islam.

‘AMR BIN ‘ASH

( Pembebas Mesir Dari Cengkeraman Romawi ))

Ada tiga orang gembong Quraisy yang amat menyusahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam disebabkan sengitnya perlawanan mereka terhadap da’wahnya dan siksaan mereka terhadap shahabatnya.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berdo’a dan memohon kepada Tuhannya agar menurunkan adzabnya pada mereka.
Tiba-tiba sementara ia berdo’a dan memohon itu, turunlah wahyu atas kalbunya berupa ayat yang mulia ini:
Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim. (Q.S. 3 Ali Imran: 128)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memahami bahwa maksud ayat itu ialah menyuruhnya agar menghentikan do’a untuk menyiksa mereka serta menyerahkan urusan mereka kepada Allah semata. Kemungkinan, mereka tetap berada dalam keaniayaan hingga akan menerima adzab-Nya. Atau mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka hingga akan mempereroleh rahmat karunia-Nya ….
Maka ‘Amr bin ‘Ash adalah salah satu dari ketiga orang tersebut. Allah memilihkan bagi mereka jalan untuk bertaubat dan menerima rahmat, maka ditunjukiNya mereka jalan untuk menganut Islam, dan ‘Amr bin ‘Ash pun beralih rupa menjadi seorang Muslim pejuang, dan salah seorang panglima yang gagah berani. …
Dan bagaimana pun juga sebagian dari pendiriannya yang arah pandangannya tak dapat kita terima, namun peranannya sebagai seorang shahabat yang mulia, yang telah memberi dan berbuat jasa, berjuang dan berusaha, akan selalu membuka mata dan hati kita terhadap dirinya ….
Dan di sini di bumi Mesir sendiri, orang-orang yang memandang Islam itu adalah Agama yang lurus dan mulia, dan melihat pada diri Rasulnya shallallahu ‘alaihi wasallam rahmat dan ni’mat serta karunia, serta penyampai kebenaran utama, yang menyeru kepada Allah berdasarkan pemikiran dan mengilhami kehidupan ini dengan sebagian besar dari kebenaran dan ketaqwaan… , orang-orang yang beriman itu akan memendam rasa cinta kasih kepada laki-laki, yang oleh taqdir dijadikan alat-alat bagaimanapun untuk memberikan Islam ke haribaan Mesir, dan menyerahkan Mesir ke pangkuan Islam … ! Maka alangkah tinggi nilai hadiah itu, dan alangkah besar jasa Pemberinya … ! Sementara laki-laki yang menjadi taqdir dan dicintai oleh mereka itu, itulah dia ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu.
Para muarrikh atau ahli-ahli sejarah biasa menggelari ‘Amr radhiyallahu ‘anhu dengan “Penakluk Mesir”. Tetapi, menurut kita gelar ini tidaklah tepat dan bukan pada tempatnya. Mungkin gelar yang paling tepat untuk ‘Amr radhiyallahu ‘anhu ini dengan memanggilnya “Pembebas Mesir”. Islam membuka negeri itu bukanlah menurut pengertian yang lazim digunakan di masa modern ini, tetapi maksudnya tiada lain ialah membebaskannya dari cengkraman dua kerajaan besar yang menimpakan kepada negeri ini serta rakyatnya perbudakan dan penindasan yang dahsyat, yaitu imperium Persi dan Romawi ….
Mesir sendiri, ketika pasukan perintis tentara Islam memasuki wilayahnya, merupakan jajahan dari Romawi, sementara perjuangan penduduk untuk menentangnya tidak membuahkan hasil apa-apa …. Maka tatkala dari tapal batas kerajaan-kerajaan itu bergema suara takbir dari pasukan-pasukan yang beriman: “Allahu Akbar, Allahu Akbar …. “, mereka pun dengan berduyun-duyun segera menuju fajar yang baru terbit itu lalu memeluk Agama Islam yang dengannya mereka menemukan kebebasan mereka dari kekuasaan kisra maupun kaisar.
Jika demikian halnya, ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu bersama anak buahnya tidaklah menaklukkan Mesir! Mereka hanyalah merintis serta membuka jalan bagi Mesir agar dapat mencapai tujuannya dengan kebenaran dan mengikat norma dan peraturan-peraturannya dengan keadilan, serta menempatkan diri dan hakikatnya dalam cahaya kalimat-kalimat Ilahi dan dalam prinsip-prinsip Islami… !
‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, amat berharap sekali akan dapat menghindarkan penduduk Mesir dan orang-orang Kopti dari peperang agar pertempuran terbatas antaranya dengan tentara Romawi saja, yang telah menduduki negeri orang secara tidak sah, dan mencuri harta penduduk dengan sewenang-wenang ….
Oleh sebab itulah kita dapati ia berbicara ketika itu kepada pemuka-pemuka golongan Nasrani dan uskup-uskup besar mereka, katanya: “Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam membawa kebenaran dan menitahkan kebenaran itu …. Dan sesungguhnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah menunaikan tugas risalahnya kemudian berpulang setelah meninggalkan kami di jalan lurus terang benderang.
Di antara perintah-perintah yang disampaikannya kepada kami ialah memberikan kemudahan bagi manusia. Maka kami menyeru kalian kepada Islam ….Barang siapa yang memenuhi seruan kami, maka ia termasuk golongan kami, beroleh hak seperti hak-hak kami dan memikul kewajiban seperti kewajiban-kewajiban kami …. dan barang siapa yang tidak memenuhi seruan kami itu, kami tawarkan membayar pajak, dan kami berikan padanya keamanan serta perlindungan. Dan sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kami telah memberitakan bahwa Mesir akan menjadi tanggung jawab kami untuk membebaskannya dari penjajah, dan diwasiatkannya kepada kami agar berlaku baik terhadap penduduknya, sabdanya: -
“Sepeninggalku nanti, Mesir, menjadi kewajiban kalian untuk membebaskannya, maka perlakukanlah penduduknya dengan baik, karena mereka masih mempunyai ikatan dan hubungan kekeluargaan dengan kita … !”‘) HR. Muslim (1)
Maka jika kalian memenuhi seruan kami ini, hubungan kita semakin kuat dan bertambah erat … !”
‘Amr radhiyallahu ‘anhu menyudahi ucapannya, dan sebagian uskup dan pendeta menyerukan: “Sesungguhnya hubungan silaturrahmi yang diwasiatkan Nabimu shallallahu ‘alaihi wasallam itu adalah suatu pendekatan dengan pandangan jauh, yang tak mungkin disuruh hubungkan kecuali oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam… !”
Percakapan ini merupakan permulaan yang baik untuk tercapainya saling pengertian yang diharapkan antara ‘Amr radhiyallahu ‘anhu dan orang Kopti penduduk Mesir, walau panglima-panglima Romawi berusaha untuk menggagalkannya ….

‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu tidaklah termasuk angkatan pertama yang masuk Islam. Ia baru masuk Islam bersama Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu tidak lama sebelum dibebaskannya kota Mekah ….
Anehnya keislamannya itu diawali dengan bimbingan Negus raja Habsyi. Sebabnya ialah karena Negus ini kenal dan menaruh rasa hormat terhadap ‘Amr radhiyallahu ‘anhu yang sering bolak-balik ke Habsyi dan mempersembahkan barang-barang berharga sebagai hadiah bagi raja …. Di waktu kunjungannya yang terakhir ke negeri itu, tersebutlah berita munculnya Rasul yang menyebarkan tauhid dan akhlaq mulia di tanah Arab.
(1) Hadits tersebut memberi petunjuk bahwa orang-orang Kopti di Mesir merupakan paman-paman dari Ismail shallallahu ‘alaihi wasallam. …. Karena ibunda Ismail Siti Hajar seorang wanita warga Mesir, diambil oleh Ibrahim shallallahu ‘alaihi wasallam. menjadi isterinya, sewaktu ia datang ke Mesir dan diberi hadiah oleh Fir’aun dan kemudian melahirkan Ismail ‘alaihissalam….
Maharaja Habsyi itu menanyakan kepada ‘Amr radhiyallahu ‘anhu kenapa ia tak hendak beriman dan mengikutinya, padahal orang itu benar-benar utusan Allah? “Benarkah begitu…?” tanya ‘Amr radhiyallahu ‘anhu kepada Negus. “Benar”, ujar Negus, “Turutlah petunjukku, hai ‘Amr dan ikutilah dia ! Sungguh dan demi Allah, ia adalah di atas kebenaran dan akan mengalahkan orang-orang yang menentangnya… !”
Secepatnya ‘Amr radhiyallahu ‘anhu terjun mengarungi lautan kembali ke kampung halamannya, lalu mengarahkan langkahnya menuju Madinah untuk menyerahkan diri kepada Allah Robbul’alamin.
Dalam perjalanan ke Madinah itu ia bertemu dengan Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu dan Utsman bin Thalhah, yang juga datang dari Mekah dengan maksud hendak bai’at kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Demi Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam melihat ketiga orang itu datang, wajahnya pun berseri-seri, lalu katanya pada shahabat-shahabatnya : “Mekah telah melepas jantung-jantung hatinya kepada kita …. ” Mula-mula tampil Khalid radhiyallahu ‘anhu dan mengangkat bai’at. Kemudian majulah ‘Amr radhiyallahu ‘anhu dan katanya: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam … ! Aku akan bai’at kepada anda, asal saja Allah mengampuni dosa-dosaku yang terdahulu … !”
Maka jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Hai ‘Amr! Bai’atlah, karena Islam menghapus dosa-dosa yang sebelumnya … !”
‘Amr radhiyallahu ‘anhu pun bai’at, dan diletakkannya kecerdikan dan keberaniannya dalam darmabaktinya kepada Agamanya yang baru ….
Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpindah ke Rafiqul A’la, ‘Amr radhiyallahu ‘anhu sedang berada di Oman menjadi gubernurnya. Dan di masa pemerintah Umar radhiyallahu ‘anhu, jasa-jasanya dapat disaksikan dalam peperangan-peperangan di Syria, kemudian dalam membebaskan Mesir dari penjajahan Romawi.
Wahai, kenapa ‘Amr bin ‘Ash tidak menahan ambisi pribadinya untuk dapat berkuasa! Seandainya demikian, tentulah ia akan dapat mengatasi dengan mudah sebagian kesulitan yang dialaminya disebabkan ambisinya ini … !
Tetapi ambisinya ingin berkuasa ini, sampai suatu batas tertentu, hanyalah merupakan gambaran lahir dari tabiat bathinnya yang bergejolak dan dipenuhi bakat … !
Bahkan bentuk tubuh, cara berjalan dan bercakapnya, memberi isyarat bahwa ia diciptakan untuk menjadi amir atau penguasa … ! Hingga pernah diriwayatkan bahwa pada suatu hari Amirul Mu’minin Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu melihatnya datang. Ia tersenyum melihat caranya berjalan itu, lalu katanya: “Tidak pantas bagi Abu Abdillah untuk berjalan di muka bumi kecuali sebagai amir … !”
Sungguh, sebenarnya ‘Amr atau Abu Abdillah tidak mengurangkan hak dirinya ini … ! Bahkan ketika bahaya-bahaya besar datang mengancam Kaum Muslimin, ‘Amr radhiyallahu ‘anhu menghadapi peristiwa-peristiwa itu dengan cara seorang amir … seorang amir yang cerdik dan licin serta berkemampuan, menyebabkannya percaya akan dirinya, serta yakin akan keunggulannya … !
Tetapi di samping itu ia juga memiliki sifat amanat, menyebabkan Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu -seorang yang terkenal amat teliti dalam memilih gubernur-gubernurnya – menetapkannya sebagai gubernur di Palestina dan Yordania, kemudian di Mesir selama hayatnya Amirul Mu’minin ini ….
Bahkan ketika Amirul Mu’minin radhiyallahu ‘anhu mengetahui bahwa ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dalam kesenangan hidup telah melampaui batas yang telah digariskannya terhadap para pembesamya, dengan tujuan agar taraf hidup mereka setingkat atau hampir setingkat dengan taraf hidup umumnya rakyat biasa, maka khalifah tidaklah memecatnya, hanya mengirimkan Muhammad bin Maslamah radhiyallahu ‘anhu dan memerintahkannya agar membagi dua semua harta dan barang ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, lalu meninggalkan untuknya separohnya, sedang yang separuhnya iagi hendaklah dibawanya ke Madinah untuk Baitul mal.
Seandainya Amirul Mu’minin radhiyallahu ‘anhu mengetahui bahwa ambisi ‘Amr radhiyallahu ‘anhu terhadap kekuasaan sampai menyebabkannya agak lalai terhadap tanggung jawabnya, tentulah jiwanya yang waspada itu tidak akan membiarkannya memegang kekuasaan walau agak sekejap pun … !
‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu adalah seorang yang berfikiran tajam, cepat tanggap dan jauh pandang … hingga Amirul Mu’minin Umar radhiyallahu ‘anhu, setiap ia melihat seorang yang singkat akal, dipertepukkannya kedua telapak tangannya dengan keras karena herannya, Seraya katanya:
“Subhanallah … ! Sesungguhnya Pencipta orang ini dan Pencipta ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu hanyalah Tuhan Yang Tunggal, keduanya sama benar … !”
Di samping itu ia juga seorang yang amat berani dan berkemauan keras….
Pada beberapa peristiwa dan suasana, keberaniannya itu disisipinya dengan kelihaiannya, hingga disangka orang ia sebagai pengecut atau penggugup. Padahal itu tiada lain dari tipu muslihat yang istimewa yang oleh ‘Amr radhiyallahu ‘anhu digunakannya secara tepat dan dengan kecerdikan mengagumkan untuk membebaskan dirinya dari bahaya yang mengancam … !
Amirul Mu’minin Umar radhiyallahu ‘anhu mengenal bakat dan kelebihannya ini sebaik-baiknya, serta menghitungkannya dengan sepatutnya.
Oleh sebab itu sewaktu ia dikirimnya ke Syria sebelum pergi ke Mesir, dikatakan orang kepada Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa tentara Romawi dipimpin oleh Arthabon, maksudnya panglima yang lihai dan gagah berani.
Jawaban Umar radhiyallahu ‘anhu ialah: “Kita hadapkan arthabon Romawi kepada arthabon Arab, dan baiklah kita saksikan nanti bagaimana akhir kesudahannya Ternyata bahwa pertarungan itu berkesudahan dengan kemenangan mutlak bagi arthabon Arab dan ahli tipu muslihat mereka yang ulung ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, sehingga arthabon Romawi, meninggalkan tentaranya menderita kekalahan dan meluputkan diri ke Mesir …, yang tak lama antaranya akan disusul oleh ‘Amr radhiyallahu ‘anhu ke negeri itu untuk membiarkan bendera dan panji-panji Islam di angkasanya yang aman damai….
Tidak sedikit peristiwa, di mana kecerdikan dan kelicinan ‘Amr radhiyallahu ‘anhu menonjol dengan gemilang! Dalam hal ini kita tidak memasukkan perbuatan sehubungan dengan Abu Musa al-‘Asy’ari pada peristiwa tahkim, yakni ketika kedua mereka menyetujui bahwa masing-masing akan menanggalkan Ali dan Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhuma dari jabatan mereka, agar urusan itu dikembalikan kepada Kaum Muslimin untuk mereka musyawarahkan bersama. Ternyata Abu Musa radhiyallahu ‘anhu melaksanakan hasil persetujuan tersebut, sementara ‘Amr radhiyallahu ‘anhu tidak melaksanakannya ….
Sekiranya kita ingin menyaksikan bagaimana kelicinan serta kesigapan tanggapnya, maka pada peristiwa yang dialaminya bersama komandan benteng Babilon di saat peperangannya dengan orang-orang Romawi di Mesir, atau menurut riwayat-riwayat lain, bersama arthabon Romawi di pertempuran Yarmuk di Syria … !
Yakni ketika ia diundang oleh komandan benteng atau oleh arthabon untuk berunding, dan sementara itu komandan Romawi telah menyuruh beberapa orang anak buahnya untuk menggulingkan batu besar ke atas kepalanya sewaktu ia hendak pulang meninggalkan benteng itu, sementara segala sesuatu dipersiapkan, agar rencana tersebut dapat berjalan lancar dan menghasilkan apa yang dimaksud mereka ….
‘Amr pun berangkat menemui komandan, tanpa sedikit pun menaruh curiga, dan setelah berunding mereka berpisahlah.
Tiba-tiba dalam perjalanannya ke luar benteng, terkilaslah olehnya di atas tembok, gerakan yang mencurigakan, hingga membangkitkan gerakan refleknya dengan amat cepatnya, dan dengan tangkas berhasil menghindarkan diri dengan cara yang mengagumkan ….
Dan sekarang ia kembali mendapatkan komandan benteng dengan langkah-langkah yang tepat dan tegap serta kesadaran tinggi yang tak pernah goyah, seolah-olah ia tak dapat dikejutkan oleh sesuatu pun dan tidak dapat dipengaruhi oleh rasa curiga Kemudian ia masuk ke dalam, lalu katanya kepada komandan: “timbul dalam hatiku suatu fikiran yang ingin kusampaikan kepada anda sekarang ini ….. Di pos komandoku sekarang ini sedang menunggu segolongan shahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam angkatan pertama masuk Islam, yang pendapat mereka biasa didengar oleh Amirul Mu’minin radhiyallahu ‘anhu untuk mengambil sesuatu keputusan penting. Bahkan setiap mengirim tentara, mereka selalu diikutsertakan untuk mengawasi tindakan tentara dan langkah-langkah yang mereka ambil. Maka maksudku hendak membawa mereka ke sini agar dapat mendengar dari mulut anda apa yang telah kudengar, hingga mereka beroleh penjelasan yang sebaik-baiknya mengenai urusan kita ini … !”
Komandan Romawi itu secara bersahaja maklum karena nasib mujurnya, ‘Amr lolos dari lobang jarum, dengan sikap gembira ia menyetujui usul ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, hingga bila ‘Amr radhiyallahu ‘anhu nanti kembali dengan sejumlah besar pimpinan dan panglima Islam pilihan, ia akan dapat menjebak mereka semua, daripada hanya ‘Amr seorang Dan secara sembunyi-sembunyi hingga tidak diketahui oleh ‘Amr, dipertahankannyalah untuk tidak mengganggu ‘Amr dan menyiapkan kembali perangkap yang disediakan untuk panglima Islam tadi, guna menghabisi para pemimpin mereka yang utama ….
Lalu dilepasnya ‘Amr dengan besar hati, dan disalaminya amat hangat sekali …, disambut oleh ahli siasat dan tipu muslihat Arab itu dengan tertawa dalam hati ….
Dan di waktu subuh keesokan harinya, dengan memacu kudanya yang meringkik keras dengan nada bangga dan mengejek, ‘Amr radhiyallahu ‘anhu kembali memimpin tentaranya menuju benteng.
Memang, kuda itu merupakan suatu makhluq lain yang banyak mengetahui kelihaian dan kecerdikan tuannya … !
Dan pada tahun ke-43 Hijrah, wafatlah ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu di Mesir, sewaktu ia menjadi gubernur di sana…. Di saat-saat kepergiannya itu, ia mengemukakan riwayat hidupnya, itu secara bersahaja maklum bahwa kepergiannya katanya: “Pada mulanya aku ini seorang kafir, dan orang yang amat keras sekali terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga seandainya aku meninggal pada saat itu, pastilah masuk neraka … !
Kemudian aku bai’at kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka tak seorang pun di antara manusia yang lebih kucintai, dan lebih mulia dalam pandangan mataku, daripada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam Dan seandainya aku diminta untuk melukiskannya, maka aku tidak sanggup karena disebabkan hormatku kepadanya, aku tak kuasa menatapnya sepenuh mataku … !
Maka seandainya aku meninggal pada saat itu, besar harapan akan menjadi penduduk surga Kemudian setelah itu, aku diberi ujian dengan beroleh kekuasaan begitupun dengan hal-hal lain. Aku tidak tahu, apakah ujian itu akan membawa keuntungan bagi diriku ataukah kerugian… !”
Lalu diangkatnya kepalanya ke arah langit dengan hati yang tunduk, sambil bermunajat kepada Tuhannya Yang Maha Besar lagi Maha Pengasih, katanya: “Ya Allah, daku ini orang yang tak luput dari kesalahan, maka mohon dimaafkan Daku tak sunyi dari kelemahan, maka mohon diberi pertolongan… ! Sekiranya daku tidak beroleh rahmat karunia-Mu, pasti celakalah nasibku… !”
Demikianlah ia asyik dalam bermohon dan berhina diri hingga akhirnya ruhnya naik ke langit tinggi, di sisi Allah Rabbul- ‘izzatl, sementara akhir ucapan penutup hayatnya, ialah : La ilaha illallah ….
Di pangkuan bumi Mesir, negeri yang diperkenalkannya dengan ajaran Islam itu, bersemayamlah tubuh kasamya….
Dan di atas tanahnya yang keras, majlisnya yang selama ini digunakannya untuk mengajar, mengadili dan mengendalikan pemerintahan, masih tegak berdiri melalui kurun waktu, dinaungi oleh atap mesjidnya yang telah berusia lanjut “Jami’u ‘Amr”, yakni mesjid yang mula pertama didirikan di Mesir, yang disebut di dalamnya asma Allah Yang Tunggal lagi Esa serta dikumandangkan ke setiap pojoknya dari atas mimbarnya kaiimat-kalimat Allah serta pokok-pokok Agama Islam ….

ABDULLAH BIN AL-MUBARAK

Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al-Marwazi lahir pada tahun 118 H/736 M. Ayahnya seorang Turki dan ibunya seorang Persia. Ia adalah seorang ahli Hadits yang terkemuka dan seorang zahid termasyhur. Abdullah bin Mubarak telah belajar di bawah bimbingan beberapa orang guru, baik yang berada di Merv maupun di tempat-tempat lainnya, dan ia sangat ahli di dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, antara lain di dalam gramatika dan kesusastraan. Ia adalah seorang saudagar kaya yang banyak memberi bantuan kepada orang-orang miskin. Ia meninggal dunia di kota Hit yang terletak di tepi sungai Euphrat pada tahun 181 H/797 M. Banyak karya-karyanya mengenai Hadits, salah satu di antaranya dengan tema “Zuhud masih dapat kita jumpai hingga waktu sekarang ini.”
PERTAUBATAN ABDULLAH BlN MUBARAK
Abdullah bin Mubarak sedemikian tergila-gila kepada seorang gadis dan membuat ia terus-menerus dalam kegundahan. Suatu malam di musim dingin ia berdiri di bawah jendela kamar kekasihnya sampai pagi hari hanya karena ingin melihat kekasihnya itu walau untuk sekilas saja. Salju turun sepanjang malam itu. Ketika adzan Shubuh terdengar, ia masih mengira bahwa itu adalah adzan untuk shalat ‘Isya. Sewaktu fajar menyingsing, barulah ia sadar betapa ia sedemikian terlena dalam merindukan kekasihnya itu. “Wahai putera Mubarak yang tak tahu malu!”. Katanya kepada dirinya sendiri. “Di malam yang indah seperti ini engkau dapat tegak terpaku sampai pagi hari karena hasrat pribadimu. tetapi apabila seorang imam shalat membaca surah yang panjang engkau menjadi sangat gelisah.”
Sejak saat itu hatinya sangat gundah. Kemudian ia bertaubat dan menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah. Sedemikian sempurna kebaktiannya kepada Allah sehingga pada suatu hari ketika ibunya memasuki taman, ia lihat anaknya tertidur di bawah rumpun mawar sementara seekor ular dengan bunga narkisus di mulutnya mengusir lalat yang hendak mengusiknya.
Setelah bertaubat itu Abdullah bin Mubarak meninggalkan kota Merv untuk beberapa lama menetap di Baghdad. Di kota inilah ia bergaul dengan tokoh-tokoh sufi. Dari Baghdad ia pergi ke Mekkah kemudian ke Merv. Penduduk Merv menyambut kedatangannya dengan hangat. Mereka kemudian mengorganisir kelas-kelas dan kelompok-kelompok studi. Pada masa itu sebagian penduduk beraliran Sunnah sedang sebagiannya lagi beraliran fiqh. Itulah sebabnya mengapa Abdullah disebut sebagai toko yang dapat diterima oleh kedua aliran itu. Ia mempunyai hubungan baik dengan kedua aliran tersebut dan masing-masing aliran itu mengakuinya sebagai anggota sendiri. Di kota Merv, Abdullah mendirikan dua buah sekolah tinggi, yang satu untuk golongan Sunnah dan satu lagi untuk golongan Fiqh. Kemudian ia berangkat ke Hijaz dan untuk kedua kalinya menetap di Mekkah.
Di kota ini ia mengisi tahun-tahun kehidupannya secara berselang-selang. Tahun pertama ia menunaikan ibadah haji dan pada tahun kedua ia pergi berperang, tahun ketiga ia berdagang. Keuntungan dari perdagangannya itu dibagikannya kepada para pengikutnya. la biasa membagi-bagikan kurma kepada orang-orang miskin kemudian menghitung biji buah kurma yang mereka makan, dan memberikan hadiah satu dirham untuk setiap biji kepada siapa di antara mereka yang paling banyak memakannya.
Abdullah sangat teliti dalam kesalehannya. Suatu ketika ia mampir di sebuah warung kemudian pergi shalat. Sementara itu kudanya yang berharga mahal menerobos ke dalam sebuah ladang gandum. Kuda itu lalu ditinggalkannya dan meneruskan perjalanan-nya dengan berjalan kaki. Mengenai hal ini Abdullah berkata: “Kudaku itu telah mengganyang gandum-gandum yang ada pemiliknya”. Pada peristiwa lain, Abdullah melakukan perjalanan dari Merv ke Damaskus untuk mengembalikan sebuah pena yang dipinjamnya dan lupa mengembalikannya.
Suatu hari Abdullah melalui suatu tempat. Orang-orang mengatakan kepada seorang buta yang ada di situ bahwa Abdullah sedang melewati tempat itu. “Mintalah kepadanya segala sesuatu yang engkau butuhkan!” “Abdullah berhentilah!”, orang buta itu berseru. Abdullah lalu berhenti. ” Doakanlah kepada Allah untuk mengembalikan penglihatanku ini!”, ia memohon kepada Abdullah. Abdullah menundukkan kepala lalu berdoa. Seketika itu juga orang buta itu dapat melihat kembali.

SHAfiYYAH BINTI HUYAI -radhiallaahu ‘anha-

Beliau adalah Shafiyyah binti Huyai binti Akhthan bin Sa’yah cucu dari Al-Lawi bin Nabiyullah Israel bin Ishaq bin Ibrahim a.s,termasuk keturunan Rasulullah Harun a.s.Shafiyyah adalah seorang wanita yang cerdas dan memiliki kedudukan yang terpandang,berparas cantik dan bagus diennya.Sebelum Islamnya beliau menikah dengan Salam bin Abi Al-Haqiq,kemudian setelah itiu dia menikah dengan Kinanah bin Abi Al-Haqiq.Keduanya adalah penyair yahudi.Kinanah terbunuh pada waktu perang Kkaibar,maka beliau termasuk wanita yang di tawan bersama wanita-wania lain.Bilal”Muadzin Rasululllah ”  menggiring Shafiyyahdan putri pamannya.mereka meleweti tanah lapang yang penuh dengan mayat-mayat orang Yahudi.Shafiyyah diam dan tenang dan tidak kelihatan seduh dan tidak pula meratap mukanya,menjerit dan menaburkan pasir pada kepalanya.

Kemudian keduanya dihadapkan kepada Rasulullah saw,Shafiyyah dalam keadaan sedih namun tetap diam,sedangkan putri pamanya kepalanya penuh pasir,merobek bajunya karena maresa belum cukup ratapannya.Maka Rasulullah saw bersabda:Sedangkan tersirat rasa tidak suka pada wajah beliau:

“Enyahkanlah syetan ini dariku.”

Kemudian beliau saw mendekati Shafiyyah kemudian mengarahkan pandangan atasnya dengan ramah dan lembut,kemudian bersabda kepada Bilal:

“Wahai Bilal aku berharap engkau mendapat rahmat tatkala engkau bertemu dengan dua orang wanita yang suaminya terbunuh.”

Selanjutnya Shafiyyah dipilih untuk beliau dan beliau mengulurkan selendang belieu kepada Shafiyyah,hal itu sebagai pertandan bahwa Rasulullah saw telah memilihnya untuk dirinya.Hanya kaum muslimin tidak mengetahui apakah Shafiyyah di ambil oelh Rasulullah sebagai istri atau sebagai buadak atau sebagai anak ?Maka tatkala beliau berhijab Shafiyyah,maka barulah mereka tahu bahwa Rasulullah saw mengambilnya sebagai istri.Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Anas r.a bahwa Rasulullah tatkala mengambil Shafiyyah binti Huyai belaiu bertanya kepadanya,”Muakah engkau menjadi istriku?”Maka Shafiyyah menjawab,”Ya Rasulullah sungguh aku telah berangan-angan untuk itu tatkala masih musyrik,maka bagaimana mungkin aku tidak inginkan hal itu manakala Allah memungkinkan itu saat aku memeluk Islam ?”

Kemudian tatkala Shafiyyah telah suci Raslullah saw menikahinya,sedangkan maharnya adalah merdekanya Shafiyyah .Nabi saw menanti sampai Khaibar kembali tenang.Setalah Setelah beliau perkirakan rasa takut telah hilang pada siri Shafiyyah,beliau mengajaknya pergi Shafiyyah yang beliau bawa di belakang beliau,kemudian beranjak menuju ke sebuah rumah yang berjarak enam mil dari Khaibar.Nabi saw menginginkan diri Shafiyyah ketika itu,namun dia  menolaknya.Ada rasa kecewa padadir Nabi karena penolakan tersebut.

Kemudian Rasulullah saw melanjutkan perjalanannya ke Madinah bersama bala tentaranya,tatkala mereka sampai di Shabba’jauh dari Khaibar mereka berhenti untuk beristirahat.Pada saat itulah timbul keinginan untuk merayakan walimatul ‘urs.Maka didatangkanlah Ummu Anas bin Malik r.a,beliau menyisir rambut Shafiyyah,menghiasi dan memberi wewangian hingga karena kelihaian dia dalam merias,Ummu Sinan Al-Aslamiyah berkata bahwa beliau belum pernah melihat wanita yang lebih putih dan cantik dari Shafiyyah.Maka diadakanlah walimatul ‘urs,maka kaum muslimin memakan lezatnya kurma,mentega,dan keju Khaibar hingga kenyang.Rasulullah saw mask kekamar Shafiyyah sedangkan masih terbayang pada beliau penolakan Shafiyyah tatkala ajakan beliau yang pertama,maka Shafiyyah menerima Nabi untuk menjalani manjalani malam pertam dengan lembut beliau menceritakan sebuah cerita yang menakjubkan.Beliau bercerita bahwa tatkala malam pertamanya dengan Kinanah bin Rabi’,pada malam itu beliau bermimpi bahwa bulan telah jatuh kekamarnya.Tatkala bangun belaiu ceritakan hal itu kepada Kinanah.maka dia berkata dengan marah:”Mimpimu tidak ada takwil lain melainkan kamu berangan-angan mendapatkan raja Hijaz Muhammad.Maka dia tampar wajahnya beliau dengan keras sehingga bekasnya masih ada,Nabi saw mendengarnya sambil tersenyum kemudian bertanya,”Mengapa engaku menolak dariku tatkala kita menginap yang pertama?”Maka beliau menjawab,’Saya khawatir terhadap diri anda karena dekat Yahudi .Maka menjadi berseri-serilah wajah Nabi yang mulia serta lenyaplah kekecewaan hatinya maka Nabi melewati malam pertamanya tatkala Shafiyyah berumur 17 tahun.

Tatkala rombongan sampai di Madinah Rasulullah perintahkan agar pengantin wanita tidak langsung di ketemukan dengan istri-istri beliau yang lain.Beliau turunkan Shafiyyah di rumah sahabatnya yang bernama Haritsah bin Nu’man.Ketika wanita-wanita Anshar mendengar kabat tersebut ,mereka datang untuk melihat kecantikannya.Nabi saw memergoki ‘Aisyah keluar sambil menutupi dirinya serta berhati-hati (agar tidak dilihat Nabi) kemudian beliau masuk kerumah Haritsah bin Nu’man .Maka beliau menunggunya sampai ‘Aisyah keluar.Maka tatkala beliau keluar,Rasulullah memegang bajunya seraya bertanya dengan tertawa,”bagaimana menurut mendapatmu wahai yang kemerah-merahan?”‘Aisyah menjawab sementara cemburu menghiasi dirinya,”Aku lihat dia adalah wanita Yahudi.”Maka Rasulullah saw membantahnya dan bersabda:

“Jangan berkata begitu….karena sesungguhnya dia telah Islam dan bagus keislamannya.”

Selajutnya Shafiyyah berpindah ke rumah Nabi menimbulkan kecemburuan istri-istri beliau yang lain karena kecantikannya.Mereka juga mengucapkan selamat atas apa yang telah beliau raih.Bahkan dengan nada mengejek mereka mengatakan bahwa mereka adalah wanita-wanita Quraisy,wanita-wanita Arab sedangkan dirinya adalah wanita asing.

Bahkan suatu ketika sampai keluar dari lisan Hafshah kata-kata ,”Anak seorang Yahudi “hingga menyebabkan beliau menangis .Tatkala itu Nabi masuk sedangkan Shafiyyah masih dalam keadaan menangis.Beliau bertanya,”Apa yang membuatmu menangis?”Beliau menjawab,Hafshah mengatakan  kepadaku bahwa aku adalah anak seorang Yahudi.Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnys engkau adalah seorang putri seorang Nabi dan pamanmu adalah seorang Nabi,suamipun juga seorang Nabi lantas dengan alasan apa dia mengejekmu ?”Kemudian beliau bersabda kepada Hafshah,”Bertakwalah kepada Allah wahai Hafshah!”

Maka kata-kata Nabi itu menjadi penyejuk,keselamatan dan keamanan bagi Shafiyyah.Selanjutnya manakala dia mendengar ejekan dari istri Nabi yang lain maka diapun berkata:”Bagaimana bisa kalian lebih baik dariku,padahal suamiku adalah Muhammad ,ayahku adalah Harun dan pamanku adalah Musa?”

Shafiyyah r.a wafat tatkala berumur sekitar 50 tahun,ketika masa pemerintahan Mu’awiyah.Beliau dikuburkan di Baqi’ bersama Ummuhatul Mukminin.Semoga Allah meridhai mereka semua.

ABBAD BIN BISYIR

SELALU DISERTAI CAHAYA  ALLAH


Ketika Mush’ah bin Umeir tiba di Madinah-sebagai utusan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam untuk mengajarkan seluk beluk Agama kepada orang-orang Anshar yang telah bai’at kepada Nabi dan membimbing mereka melakukan shalat, maka’Abbad bin Bisyir radhiallahu anhu adalah seorang budiman yang telah dibukakan Allah hatinya untuk menerima kebaikan. la datang menghadiri majlis Mush’ab dan mendengarkan da’wahnya, lain diulurkan tangannya mengangkat bai’at memeluk Islam. Dan semenjak saat itu mulailah ia menempati kedudukan utama di antara orang-olang Anshar yang diridlai oleh Allah serta mereka ridla kepada Allah ….

Kemudian Nabi pindah ke Madinah, setelah lebih dulu orang-orang Mu’min dari.Eulekah tiba di sana. Dan mulailah terjadi peperangan-peperangan dalam mempertahankan diri dari serangan-serangan kafir Quraisy dan sekutunya yang tak henti-hentinya memburu Nabi dan ummat Islam. Kekuatan pembawa cahaya dan kebaikan bertarung dengan kekuatan gelap dan kejahatan. Dan pada setiap peperangan itu ‘Abbad bin Bisyir berada di barisan terdepan, berjihad di jalan Allah dengan gagah berani dan mati-matian dengan cara yang amat mengagumkan ….

Dan mungkin peristiwa yang kita paparkan di bawah ini dapat mengungkapkan sekelumit dari kepahlawanan tokoh Mu’min ini….

Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  dan Kaum Muslimin selesai menghadapi perang Dzatur Riqa’, mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam :memilih beberapa orang shahabatnya untuk berkawal secara bergiliran. Di antara mereka terpiiih ‘Ammar bin Yasir dan ‘Abbad bin Bisyir yang berada pada satu kelompok.

Karena dilihat oleh ‘Abbad bahwa kawannya ‘Ammar sedang lelah, di usul kannyalah agar ‘Ammar tidur lebih dulu dan ia akan berkawal. Dan nanti bila ia telah mendapatban istirahat yang cukup, maka giliran ‘Ammar pula berkawal menggantikannya.

‘Abbad melihat bahwa lingkungan sehelilingnya aman. Maka timbullah fikirannya, kenapa ia tidak mengisi waktunya dengan melakukan shalat, hingga pahala yang akan diperoleh akan jadi berlipat … ? Demikianlah ia bangkit melakukannya ….

Tiba-tiba sementara ia berdiri sedang membaca sebuah surat Al-Quran setelah al-Fatihah sebuah anak panah menancap di pangkal lengannya. Maka dicabutnya anak panah itu dan diteruskannya shalatnya…..

Tidak lama antaranya mendesing pula anak panah kedua yang mengenai anggota badannya.

Tetapi ia tak hendak menghentikan shalatnya hanya dicabutnya anak panah itu seperti yang pertama tadi, dan dilanjutkannya bacaan surat.

Kemudian dalam gelap malam itu musuh memanahnya lalu untuk ketiga kalinya. ‘Abbad menarik anak panah itu dan mengakhiri bacaan surat. Setelah itu ia ruku’ dan sujud …,sementara tenaganya telah lemah disebabkan sakit dan lelah.

Lalu antara sujud itu diulurkannya tangannya kepada kawanya yang sedang tidur di sampingnya dan ditarik-tariknya ia sampai terbangun.

Dalam pada itu ia bangkit dari sujudnya dan membaca tasyahud, lalu menyelesaikan shalatnya.

‘Ammar terbangun mendengar suara kawannya yang tak putus-putus menahan sakit: “Gantikan daku mengawal …, karena aku telah kena… !”‘Ammar menghambur dari tidurnya hingga menimbulkan kegaduhan dan takutnya musuh yang menyelinap. Mereka melarikan diri, sedang ‘Ammar berpaling kepada temannya seraya katanya: “Subhanallah … ! Kenapa saya tidak dibangunkan ketika kamu dipanah yang pertama kali tadi…,” Ujar ‘Abbad: –

“Ketika daku shalat tadi, aku membaca beberapa ayat al-Quran yang amat mengharukan hatiku, hingga aku tak ingin untuk memutuskannya … ! Dan demi Allah, aku tidaklah akan menyia-nyiakan pos penjagaan yang ditugaskan Rasul kepada kita menjaganya, sungguh, aku lebih suka mati daripada memutuskan bacaan ayat-ayat yang sedang kubaca itu … !”

‘Abbad amat cinta sebali kepada Allah, kepada Rasul dan kepada Agamanya …. Kecintaan itu memenuhi segenap perasaan dan seluruh kehidupannya. Dan semenjak Nabi shallallahu alaihi wasalam  berpidato dan mengarahkan pembicaraannya kepada Kaum Ansbar, ia termasuk salah seorang di antara mereka. Sabdanya:

“Hai golongan Anshar… !
Kalian adalah inti, sedang golongan lain bagai kulit ari!
Maka tak mungkin aku dicederai oleh pihak kalian ..,!”

Semenjak itu, yakni semenjak ‘Abbad mendengar ucapan ini dari Rasulnya, dari guru dan pembimbingnya kepada Allah, dan ia rela menyerahkan harta benda nyawa dan hidupnya di jaIan Allah dan di JaIan Rasul-Nya …, maka kita temui dia di arena pengurbanan dan di medan iaga muncul sebagai orang pertama, sebaliknya di waktu pembagian keuntungan dan harta rampasan, sukar untuk ditemubannya

Di samping itu ia adalah seorang ahli ibadah yang tekun …, seorang pahlawan yang gigih dalam berjuang …,seorang dermawan yang rela berqurban …,dan seorang mu’min sejati yang telah membaktikan hidupnya untuk keimanannya ini … !

Keutamaannya ini telah dikenai luas di antara shahabat-shahabat Rasul. Dan Aisyah radhiallahu anha  Ummul Mu’minin pernah mengatakan tentang dirinya:  Ada tiga orang Anshar yang keutamaannya tak dapat diatasi oleh seorang pun juga yaitu:
Sa’ad bin Mu’adz, Useid bin Hudlair dan ‘Abbad bin Bisyir… !”

Orang-orang Islam angkatan pertama mengetahui bahwa ‘Abbad adalah seorang tokoh yang beroleh karunia berupa cahaya dari Allah …. Penglihatannya yang jelas dan beroleh penerangan, dapat mengetahui tempat-tempat yang baik dan meyakinkan tanpa mencarinya dengan susah-payah. Bahkan kepercayaan shahabat-shahabatnya mengenai cahaya ini sampai ke suatu tingkat yang lebih tinggi, bahwa ia merupakan benda yang dapat terlihat. Mereka sama sekata bahwa bila ‘Abbad berjalan di waktu malam, terbitlah daripadanya berkas-berkas cahaya dan sinar yang menerangi baginya jalan yang akan ditempuh ….

Dalam peperangan menghadapi orang-orang murtad sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasalam maka ‘Abbad memikul tanggung jawab dengan keberanian yang tak ada taranya i Apalagi dalam pertempuran Yamamah di mana Kaum Muslimin menghadapi balatentara yang paling kejam dan paling berpengalaman dibawah pimpinan Musailamatul Kaddzab, ‘Abbad melihat bahaya besar yang mengancam Islam. Maka jiwa pengurbanan dan teras kepahlawanannya mengambil bentuk sesuai dengan tugas yang dibebankan oleh keimanannya, dan meningkat ke taraf yang sejajar dengan kesadarannya akan bahaya tersebut, hingga menjadikannya sebagai prajurit yang berani mati, yang tak menginginkan kecuali mati syahid di jalan Ilahi ….

Sehari sebelum perang Yamamah itu dimulai,’Abbad mengalami suatu mimpi yang tak lama antaranya diketahui Ta’birnya secara gamblang dan terjadi di arena pertempuran sengit yang diterjuni oleh Kaum Muslimin.

Dan marilah kita panggil seorang shahabat mulia Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu anhu untuk menceritakan mimpi yang dilihat oleh ‘Abbad tersebut begitu pun Ta’birnya, serta peranannya yang mengagumkan dalam pertempuran yang berakhir dengan syahidnya….
Demikian cerita Abu Sa’id: ” ‘Abbad bin Bisyir mengatakan kepadaku: “Hai Abu

Sa’id! Saya bermimpi semalam melihat langit terbuka untukku, kemudian tertutup lagi !
Saya yakin bahwa ta’birnya insya Allah saya akan menemui syahidnya !” “Demi Allah!” ujarku, “itu adalah mimpi yang baik !”

“Dan di waktu perang Yamamah itu saya lihat ia berseru kepada orang-orang Anshar: “Pecahkan sarung-sarung pedangmu dan tunjukkan kelebihan kalian .. !”

Maka segeralah menyerbu mengiringkannya sejumlah empat ratus orang dari golongan Anshar hingga sampailah mereka ke pintu gerbang taman bunga, lalu bertempur dengan gagah berani.

Ketika itu ‘Abbad semoga Allah memberinya rahmat menemui syahidnya. Wajahnya saya lihat penuh dengan bekas sambaran pedang, dan saya mengenalnya hanyalah dengan melihat tanda yang terdapat pada tubuhnya !”

Demikianlah ‘Abbad meningkat naik ke taraf yang sesuai untuk memenuhi kewajibannya sebagaiseorang Mu’min dari golongan Anshar, yang telah mengangkat bai’at kepada Rasul untuk membaktikan hidupnya bagi Allah dan menemui syahid di jalan-Nya

Dan tatkala pada permulaannya dilihatnya neraca pertempuran sengit itu lebih berat untuk kemenangan musuh, teringatlah olehnya ucapan Rasulullah terhadap Kaumnya golongan Anshar:

“Kalian adalah inti ! Maka tak mungkin saya dicederai oleh pihak kalian!”

Ucapan itu memenuhi rongga dada dan hatinya, hingga seolah-olah sekarang ini Rasulullah masih berdiri, mengulang-ulang kata-katanya itu ‘Abbad merasa bahwa seluruh tanggung jawab peperangan itu terpikul hanya di atas bahu golongan Anshar semata …atau di atas bahu mereka sebelum golongan lainnya ! Maka ketika itu naiklah ia ke atas sebuah bukit lalu berseru: “Hai golongan Anshar ! Pecahkan sarung-sarung pedangmu, dan tunjukkan keistimewaanmu dari golongan lain… !”

Dan ketika seruannya dipenuhi oleh empat ratus orang pejuang, ‘Abbad bersama Abu Dajanah dan Barra’ bin Malik mengerahkan rnereka ke taman maut, suatu taman yang digunakan oleh Musailamah sebagai benteng pertahanan…..dan pahlawan besar itu pun berjuanglah sebagai layaknya seorang laki-laki, sebagai seorang Mu’min …, dan sebagai seorang warga anshar ….

Dan pada hari yang mulia itu, pergilah ‘Abbad menemui syahidnya .,. ! Tidak salah mimpi yang dilihat dalam tidurnya semalam ,,. ? Bukankah ia melihat langit terbuka, kemudian setelah ia masuk ke celahnya yang terbuka itu, tiba-tiba langit

bertaut dan tertutup kembali… ! Dan mimpi itu dita’wilkannya bahwa pada pertempuran yang akan terjadi ruhnya akan naik ke haribaan Tuhan dan penciptanya

Sungguh, benarlah mimpi itu dan benarlah pula ta’birnya … ! Pintu-pintu langit telah terbuka untuk menyambut ruh ‘Abbad bin Bisyir dengan gembira, yakni searang tokoh yang oleh Allah diberi cahaya….


SELALU DISERTAI CAHAYA  ALLAH


Ketika Mush’ah bin Umeir tiba di Madinah-sebagai utusan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam untuk mengajarkan seluk beluk Agama kepada orang-orang Anshar yang telah bai’at kepada Nabi dan membimbing mereka melakukan shalat, maka’Abbad bin Bisyir radhiallahu anhu adalah seorang budiman yang telah dibukakan Allah hatinya untuk menerima kebaikan. la datang menghadiri majlis Mush’ab dan mendengarkan da’wahnya, lain diulurkan tangannya mengangkat bai’at memeluk Islam. Dan semenjak saat itu mulailah ia menempati kedudukan utama di antara orang-olang Anshar yang diridlai oleh Allah serta mereka ridla kepada Allah ….

Kemudian Nabi pindah ke Madinah, setelah lebih dulu orang-orang Mu’min dari.Eulekah tiba di sana. Dan mulailah terjadi peperangan-peperangan dalam mempertahankan diri dari serangan-serangan kafir Quraisy dan sekutunya yang tak henti-hentinya memburu Nabi dan ummat Islam. Kekuatan pembawa cahaya dan kebaikan bertarung dengan kekuatan gelap dan kejahatan. Dan pada setiap peperangan itu ‘Abbad bin Bisyir berada di barisan terdepan, berjihad di jalan Allah dengan gagah berani dan mati-matian dengan cara yang amat mengagumkan ….

Dan mungkin peristiwa yang kita paparkan di bawah ini dapat mengungkapkan sekelumit dari kepahlawanan tokoh Mu’min ini….

Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  dan Kaum Muslimin selesai menghadapi perang Dzatur Riqa’, mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam :memilih beberapa orang shahabatnya untuk berkawal secara bergiliran. Di antara mereka terpiiih ‘Ammar bin Yasir dan ‘Abbad bin Bisyir yang berada pada satu kelompok.

Karena dilihat oleh ‘Abbad bahwa kawannya ‘Ammar sedang lelah, di usul kannyalah agar ‘Ammar tidur lebih dulu dan ia akan berkawal. Dan nanti bila ia telah mendapatban istirahat yang cukup, maka giliran ‘Ammar pula berkawal menggantikannya.

‘Abbad melihat bahwa lingkungan sehelilingnya aman. Maka timbullah fikirannya, kenapa ia tidak mengisi waktunya dengan melakukan shalat, hingga pahala yang akan diperoleh akan jadi berlipat … ? Demikianlah ia bangkit melakukannya ….

Tiba-tiba sementara ia berdiri sedang membaca sebuah surat Al-Quran setelah al-Fatihah sebuah anak panah menancap di pangkal lengannya. Maka dicabutnya anak panah itu dan diteruskannya shalatnya…..

Tidak lama antaranya mendesing pula anak panah kedua yang mengenai anggota badannya.

Tetapi ia tak hendak menghentikan shalatnya hanya dicabutnya anak panah itu seperti yang pertama tadi, dan dilanjutkannya bacaan surat.

Kemudian dalam gelap malam itu musuh memanahnya lalu untuk ketiga kalinya. ‘Abbad menarik anak panah itu dan mengakhiri bacaan surat. Setelah itu ia ruku’ dan sujud …,sementara tenaganya telah lemah disebabkan sakit dan lelah.

Lalu antara sujud itu diulurkannya tangannya kepada kawanya yang sedang tidur di sampingnya dan ditarik-tariknya ia sampai terbangun.

Dalam pada itu ia bangkit dari sujudnya dan membaca tasyahud, lalu menyelesaikan shalatnya.

‘Ammar terbangun mendengar suara kawannya yang tak putus-putus menahan sakit: “Gantikan daku mengawal …, karena aku telah kena… !”‘Ammar menghambur dari tidurnya hingga menimbulkan kegaduhan dan takutnya musuh yang menyelinap. Mereka melarikan diri, sedang ‘Ammar berpaling kepada temannya seraya katanya: “Subhanallah … ! Kenapa saya tidak dibangunkan ketika kamu dipanah yang pertama kali tadi…,” Ujar ‘Abbad: –

“Ketika daku shalat tadi, aku membaca beberapa ayat al-Quran yang amat mengharukan hatiku, hingga aku tak ingin untuk memutuskannya … ! Dan demi Allah, aku tidaklah akan menyia-nyiakan pos penjagaan yang ditugaskan Rasul kepada kita menjaganya, sungguh, aku lebih suka mati daripada memutuskan bacaan ayat-ayat yang sedang kubaca itu … !”

‘Abbad amat cinta sebali kepada Allah, kepada Rasul dan kepada Agamanya …. Kecintaan itu memenuhi segenap perasaan dan seluruh kehidupannya. Dan semenjak Nabi shallallahu alaihi wasalam  berpidato dan mengarahkan pembicaraannya kepada Kaum Ansbar, ia termasuk salah seorang di antara mereka. Sabdanya:

“Hai golongan Anshar… !
Kalian adalah inti, sedang golongan lain bagai kulit ari!
Maka tak mungkin aku dicederai oleh pihak kalian ..,!”

Semenjak itu, yakni semenjak ‘Abbad mendengar ucapan ini dari Rasulnya, dari guru dan pembimbingnya kepada Allah, dan ia rela menyerahkan harta benda nyawa dan hidupnya di jaIan Allah dan di JaIan Rasul-Nya …, maka kita temui dia di arena pengurbanan dan di medan iaga muncul sebagai orang pertama, sebaliknya di waktu pembagian keuntungan dan harta rampasan, sukar untuk ditemubannya

Di samping itu ia adalah seorang ahli ibadah yang tekun …, seorang pahlawan yang gigih dalam berjuang …,seorang dermawan yang rela berqurban …,dan seorang mu’min sejati yang telah membaktikan hidupnya untuk keimanannya ini … !

Keutamaannya ini telah dikenai luas di antara shahabat-shahabat Rasul. Dan Aisyah radhiallahu anha  Ummul Mu’minin pernah mengatakan tentang dirinya:  Ada tiga orang Anshar yang keutamaannya tak dapat diatasi oleh seorang pun juga yaitu:
Sa’ad bin Mu’adz, Useid bin Hudlair dan ‘Abbad bin Bisyir… !”

Orang-orang Islam angkatan pertama mengetahui bahwa ‘Abbad adalah seorang tokoh yang beroleh karunia berupa cahaya dari Allah …. Penglihatannya yang jelas dan beroleh penerangan, dapat mengetahui tempat-tempat yang baik dan meyakinkan tanpa mencarinya dengan susah-payah. Bahkan kepercayaan shahabat-shahabatnya mengenai cahaya ini sampai ke suatu tingkat yang lebih tinggi, bahwa ia merupakan benda yang dapat terlihat. Mereka sama sekata bahwa bila ‘Abbad berjalan di waktu malam, terbitlah daripadanya berkas-berkas cahaya dan sinar yang menerangi baginya jalan yang akan ditempuh ….

Dalam peperangan menghadapi orang-orang murtad sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasalam maka ‘Abbad memikul tanggung jawab dengan keberanian yang tak ada taranya i Apalagi dalam pertempuran Yamamah di mana Kaum Muslimin menghadapi balatentara yang paling kejam dan paling berpengalaman dibawah pimpinan Musailamatul Kaddzab, ‘Abbad melihat bahaya besar yang mengancam Islam. Maka jiwa pengurbanan dan teras kepahlawanannya mengambil bentuk sesuai dengan tugas yang dibebankan oleh keimanannya, dan meningkat ke taraf yang sejajar dengan kesadarannya akan bahaya tersebut, hingga menjadikannya sebagai prajurit yang berani mati, yang tak menginginkan kecuali mati syahid di jalan Ilahi ….

Sehari sebelum perang Yamamah itu dimulai,’Abbad mengalami suatu mimpi yang tak lama antaranya diketahui Ta’birnya secara gamblang dan terjadi di arena pertempuran sengit yang diterjuni oleh Kaum Muslimin.

Dan marilah kita panggil seorang shahabat mulia Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu anhu untuk menceritakan mimpi yang dilihat oleh ‘Abbad tersebut begitu pun Ta’birnya, serta peranannya yang mengagumkan dalam pertempuran yang berakhir dengan syahidnya….
Demikian cerita Abu Sa’id: ” ‘Abbad bin Bisyir mengatakan kepadaku: “Hai Abu

Sa’id! Saya bermimpi semalam melihat langit terbuka untukku, kemudian tertutup lagi !
Saya yakin bahwa ta’birnya insya Allah saya akan menemui syahidnya !” “Demi Allah!” ujarku, “itu adalah mimpi yang baik !”

“Dan di waktu perang Yamamah itu saya lihat ia berseru kepada orang-orang Anshar: “Pecahkan sarung-sarung pedangmu dan tunjukkan kelebihan kalian .. !”

Maka segeralah menyerbu mengiringkannya sejumlah empat ratus orang dari golongan Anshar hingga sampailah mereka ke pintu gerbang taman bunga, lalu bertempur dengan gagah berani.

Ketika itu ‘Abbad semoga Allah memberinya rahmat menemui syahidnya. Wajahnya saya lihat penuh dengan bekas sambaran pedang, dan saya mengenalnya hanyalah dengan melihat tanda yang terdapat pada tubuhnya !”

Demikianlah ‘Abbad meningkat naik ke taraf yang sesuai untuk memenuhi kewajibannya sebagaiseorang Mu’min dari golongan Anshar, yang telah mengangkat bai’at kepada Rasul untuk membaktikan hidupnya bagi Allah dan menemui syahid di jalan-Nya

Dan tatkala pada permulaannya dilihatnya neraca pertempuran sengit itu lebih berat untuk kemenangan musuh, teringatlah olehnya ucapan Rasulullah terhadap Kaumnya golongan Anshar:

“Kalian adalah inti ! Maka tak mungkin saya dicederai oleh pihak kalian!”

Ucapan itu memenuhi rongga dada dan hatinya, hingga seolah-olah sekarang ini Rasulullah masih berdiri, mengulang-ulang kata-katanya itu ‘Abbad merasa bahwa seluruh tanggung jawab peperangan itu terpikul hanya di atas bahu golongan Anshar semata …atau di atas bahu mereka sebelum golongan lainnya ! Maka ketika itu naiklah ia ke atas sebuah bukit lalu berseru: “Hai golongan Anshar ! Pecahkan sarung-sarung pedangmu, dan tunjukkan keistimewaanmu dari golongan lain… !”

Dan ketika seruannya dipenuhi oleh empat ratus orang pejuang, ‘Abbad bersama Abu Dajanah dan Barra’ bin Malik mengerahkan rnereka ke taman maut, suatu taman yang digunakan oleh Musailamah sebagai benteng pertahanan…..dan pahlawan besar itu pun berjuanglah sebagai layaknya seorang laki-laki, sebagai seorang Mu’min …, dan sebagai seorang warga anshar ….

Dan pada hari yang mulia itu, pergilah ‘Abbad menemui syahidnya .,. ! Tidak salah mimpi yang dilihat dalam tidurnya semalam ,,. ? Bukankah ia melihat langit terbuka, kemudian setelah ia masuk ke celahnya yang terbuka itu, tiba-tiba langit

bertaut dan tertutup kembali… ! Dan mimpi itu dita’wilkannya bahwa pada pertempuran yang akan terjadi ruhnya akan naik ke haribaan Tuhan dan penciptanya

Sungguh, benarlah mimpi itu dan benarlah pula ta’birnya … ! Pintu-pintu langit telah terbuka untuk menyambut ruh ‘Abbad bin Bisyir dengan gembira, yakni searang tokoh yang oleh Allah diberi cahaya….

Mesjid-mesjid penuh Mukjizat

KeAgungan dan Kebesaran Illahi kembali terlihat di di ujung Banda. Tsunami menggulung Aceh, namun di setiap musibah ada suatu keajaiban dan mukjizat Alloh SWT. Salah satunya bangunan-bangunan mesjid yang masih tetap berdiri meski sekitarnya porak-poranda.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” [QS. Al- Fushshilat]

Sumber : dudung.net

Koleksi Photo Kebesaran Allah SWT

dari berbagai sumber

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa
sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”
[QS. Al- Fushshilat]

Tidak semua peristiwa alam dapat dijelaskan dengan akal. Dalam koleksi ini disajikan keajaiban alam. Koleksi ini dikumpulkan sedikit demi sedikit dari internet. Jika anda merasa dapat memberikan tambahan keterangan pada koleksi di bawah ini, silahkan beri komentar anda !. Mohon bersabar apabila agak lambat, karena fotonya ditampilkan semuanya.. :)

Gambar lainnya bisa dilihat di http://www.islamcan.com/miracles/index.shtml


LEBAH YANG MENULISALLAHU
(Those who are familiar with Arabic will easily be able to identify what this beehive spells – “Allahu”)


Akan terlihat dengan jelas lafal “Allah” pada batu permata tersebut bila disinari dengan cahaya


Mawar Merah di Angkasa
“Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah belah lalu menjadilah ia mawar merah, berkilat seperti minyak”
(Ar-Rahman: 37)

Gambar di atas adalah gambar ledakan bintang di angkasa yang diperoleh NASA dengan Teleskop yang sangat canggih.
Kejadian tersebut membuktikan kebenaran Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu pada surah Ar-Rahman di atas


POHON YANG SEDANG RUKU

This is a recently discovered phenomenon in a forest near Sidney. As you can see, the bottom half of the tree trunk is bowed in such a way that it resembles a person in a posture of Islamic prayer – the ‘ruku’. Looking closer you can see the ‘hands’ resting on the knees. the most amazing thing is that the ‘man’ is directly facing the Kaaba, Mecca which is the direction Muslims all over the world face when in prayer.


Sesungguhnya ALLAH Maha berkuasa dan dapat menjadikan apa saja yang pernah ataupun tidak pernah terfikir oleh manusia.Ini merupakan keajaiban alam ciptaan ALLAH.


THE FISH TESTIFIES THE PROPHET (S.A.W)
The story of the fish began when Mr. Goerge Wehbi, a Christian Lebanese, was practicing his fishing hobby, in Dakar Senegal (the Capital of West Africa). He caught many fish. When the went home his wife saw among them a strange fish about 50cm length, with some arabic writing on it. He took it to Sheikh al-Zein, who read clearly what was writen in a natural way. That could not be done by a human being, but rather a Godly Creation which the fish was born with. He read “God’s Servant” on its belly and “Muhammad” near its head, and “His Messenger” on its tail


LAA ILAA HA ILLALLAH WRITEN IN BRANCHES
One brother on Germany wrote and sent this photo. “The branches clearly say in Arabic that- There is no god but Allah. This is said to be a scene on a piece of cultivated farmland in Germany. Many Germans have been said to have embraced Islam upon seeing this miraculous sight and that the German government put steel fences around the part of the farm to prevent people from visiting and witnessing this miraculous site”

Lapadz “Allah” yang terbentuk di telingan seorang bayi

Awan yang membentuk Lapadz “Allah“, kejadian ini diabadikan oleh seseorang di Mekkah

MEKKAH BERKILAU –Ini adalah hasil pencitraan dari IKONOS Satelite milik Space Imaging Inc, AS. Masjidil Haram yang ‘diintai’ oleh AS pada 31 Oktober 1999 itu menampilkan fenomena menakjubkan. Terlihat di gambar hanya bagian Masjidil Haram saja yang berkilau sementara bangunan di sekitarnya tampak lebih gelap. Subhanallah. (NASA Astronomy Picture of The Day) (sumber : http://www.spaceimaging.com/gallery/ioweek/archive/01-12-09/index.htm)


MOSQUE STILL STANDS AFTER EARTQUAKE IN TURKEY
A mosque still stands amidst the rubble of collapsed buildings in this aerial view of a neigborhood in the western Turkish town of Golcuk, 60 miles east of Istanbul, August 19, 1999. The death toll from western Turkey’s worst recorded eartquake surpassed 6,000, as hope waned of finding any of the thousands still missing under the mountains of rubble.

Menurut pemiliknya kalau dilihat dari dekat Gambar di atas
menunjukkan kalimah “Lailahaillah” terbentuk pada seekor ikan

sumber asli bisa dilihat di sini

Sumber : dudung.net

Bayi Ajaib Palestina Lahir Pada Malam Qodr

Ala… ‘Titipan Ilahi’ di Bethlehem
image“Bayi ini, sejarahnya akan dipenuhi kegemerlangan. Setelah ‘Ala, akan datang ‘Ala baru dengan membawa kemuliaan” Demikian penggalan syair yang dilantunkan seorang penyair saat menyampaikan syair duka atas kesyahidan seorang anak Palestina ‘Alauddin Hasan Eyad. Sang penyair, beberapa bulan lalu, tidak sadar kalau langit mengabulkan seruannya. Kota Bethlehem, yang ada di Tepi Barat menjadi saksi akan datangnya ‘Titipan Ilahi’ yang menjadi perhatian ribuan orang.

Mereka akan berbondong-bondong melihat salah satu rumah di dalam kamp pengungsi Ayedah yang menjadi tempat kelahiran bayi, oleh sebagian orang, dianggapnya sebagai mu’jiyat. Karena kelahirannya tepat pada malam Lailatul Qadr bulan Ramadhan 1424 (November 2003).


Bayi mu’jizat ‘
Ala‘ ini banyak mengundang perhatian orang. Karena saat ia dilahirkan, di pipinya ada tanda besar bertuliskan nama pamannya berbahasa Arab ‘Ala’, yang kemudian menjadi nama sang bayi itu sendiri. ‘Ala senior sendiri adalah salah satu anggota Gerakan Perlawanan Islam HAMAS yang dibunuh pihak penjajah Israel karena dituduh akan merencanakan serangan berani ke sasaran Israel. Sang keluarga bayi menganggapnya ini adalah sebuah isyarat Ilahiah mendukung rakyat Palestina melawan Israel.

Eyad Hasan ‘Eyad (30 tahun) sang ayah dari bayi tersebut, kepada situs islamonline.net, mengatakan:”Kami dikarunia bayi itu pada malam berkah, malam lailatul qadr. Kami berdo’a kepada Allah Ta’ala agar menjadikannya sebagai orang baik dan penuh keberkahan.”

Ia melanjutkan, “Malam pertama ia dilahirkan, neneknya datang dan memberitahu bahwa sebuah mawar tertulis di pipi sang cucu. Mungkin neneknya tidak melihatnya dengan jelas. Pada hari kedua kelahiran, kami pergi ke rumah sakit dan nama ‘Ala itu terlihat jelas sekali.”

Sang ayah yang bekerja di tambang batu itu melanjutkan,”Kami sangat terkejut dengan pemandangan itu, karena pada awalnya aneh menurut kami. Hingga akhirnya semuanya menjadi biasa dan tidak ada yang istimewa. Namun setelah kami teliti lagi di pipi bagian kanan, kami menemukan tulisan ‘Ala ada di bagian tubuh si bayi.”

Adapun tentang nama si bayi, sang ayah bercerita:”Pada mulanya kami senang akan memberi nama si bayi, Muhammad atas permintaan ayah saya. Namun, akhirnya kami mengambil nama atas pertimbangan wasiat adiknya saya yang sudah syahid, lalu kami beri nama seperti namanya, ‘Ala.”

“Ketika saya melihat tanda itu, saya yakin bahwa ini hadiah pengganti adik saya, ‘Ala yang dikenal dengan keta’atan agamanya, puasa dan komitmen dengan ajaran agamanya, Islam,” tambah sang ayah gembira.

Sedangkan sang ibu, juga ikut berkomentar dengan mengatakan:”Tidurnya ‘Ala itu seolah-olah bagian dari kemukjizatan. Seakan-akan ia merupakan titipan Ilahi, sebab bayi ini selalu tidur miring ke kiri. Mengisyaratkan kepada semua yang melihat, lihatlah pipi kanan-ku!”

Hadiah dari Langit

Sedangkan kakek si bayi, Abu Emad (60 tahun) bagi dirinya seperti ‘hadiah dari langit’. “Sejak anak saya, ‘Ala gugur syahid, saya merasakan sangat kehilangan. ‘Ala jantung hati saya. Ketika saya menengok cucu baru dengan membawa nama ‘Ala di pipi kanannya, saya berbaik sangka. Dan saya berdo’a kepada Allah Ta’ala semoga ‘Ala diterima sebagai syahid di surga.”

Si kakek masih menambahkan, “Titipan ini akan mempengaruhi banyak bagi mental para pembunuh, serdadu Israel yang berusaha menghabisi putera-putera kami. Dan ini merupakan risalah kepada para penjahat itu bahwa para syahid kami adalah mulia, baik hidup maupun sudah mati.”

“Saya ingin sampaikan kepada PM Israel Ariel Sharon bahwa jika ia membunuh putera-putera kami dan mau dihabisi, mereka sudah terpatri dalam hati kami,” tambah sang kakek geram.

Bayi ‘ajaib’ ini melihat cahaya di rumah sakit Perancis di kota Bethlehem, dimana beratnya saat dilahirkan mencapai 3,8 kg. Sedangkan panjang tanda ajaib yang terletak di pipi kanan dengan tulisan ‘Ala mencapai sekitar 10 cm. Tiga huruf pertama dari sang syahid terlihat jelas sekali, sedangkan huruf keempat, hamzah, terlihat dibelakang telinga.

Sang nenek, Aisyah Eyad (58 tahun) saat menggendong sang bayi mengatakan bahwa puteranya, ‘Ala senior, menjadi anggota Hamas secara rahasia setelah mendapatkan pukulan dari pihak serdadu jahat Israel.

Ia juga menambahkan bahwa pasukan penjajah Israel bisa membunuh putera-putera Palestina, namun tidak bisa membunuh jiwa-jiwa mereka. Ia sendiri mengungkapkan harapannya agar Israel dan Palestina bisa mewujudkan perdamaian. Serta berharap agar cucunya ini nanti tumbuh besar jauh dari kekerasan.

Cahaya Hidayah

Adapun cerita sampai sejauh mana orang-orang tertarik dengan fenomena bayi ini, sang ayah menceritakan kepada islamonline.net:”Salah seorang pemuda datang ke rumah dan menengok ‘Ala. Setelah selesai ia balik, saat bertemu dengan seorang pemuda lainnya dan ia ceritakan apa yang ia lihat, sang pemuda itu tidak percaya dengan ceritanya. Maka keduanya saling berjanji, jika cerita ini benar, untuk mau shalat dan bertobat dari perbuatan maksiat.”

‘Ala, Sang Syahid

Paman sang bayi, ‘Ala senior, adalah anggota Brigade Asy Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, telah gugur syahid bersama tiga orang lainnya, salah satunya seorang bocah perempuan (10 tahun) pada tanggal 25/03/2003. Ia dan bersama tiga lainnya gugur syahid dalam sebuah operasi militer Israel di dekat hotel ‘Shabrud’ di kota Bethlehem, Tepi Barat.

Dan salah satu keajaiban lainnya adalah ketika sang penyair Palestina, Muhammad Syahadah menyampaikan syair duka (ritsa’) atas kesyahidan ‘Ala, dua hari setelah kesyahidannya. Sang penyair, dalam bait syair itu, memperkirakan langit akan mengabadikan namanya dan dikirim ‘Ala yunior.

Lebih hampir 6 ribu penduduk dari berbagai kota, seperti Bethlehem, Hebron dan Al-Quds (Jerusalem, red.), baik muslim maupun kristen, berbondong-bondong melihat keajaiban tersebut. Salah satu di antara mereka adalah para dokter dan akademis dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Palestina. Ditambah pula para wartawan dan beberapa cannel televisi berdatangan ke rumah bayi untuk melihat langsung keajaiban itu.

Keluarga bayi juga sempat menerima sambungan telepon dari para penduduk dan lembaga, baik lokal maupun asing.

Pendapat Tim Dokter

Para dokter tidak bisa memastikan tentang tafsiran tanda-tanda yang ada di pipi sang bayi. dr. Hussam Khuraem, ahli di bidang penyakit kulit dan sekarang bekerja Asosiasi Medis di Nablus Tepi Barat, pernah mengomentari dengan mengatakan:”Kondisi seperti ini bisa ditafsiri sebagai akibat efek dari ibunya saat masa hamil melihat kondisi banyaknya orang Palestina yang gugur syahid akibat dibantai serdadu Israel.”

Tentang pengaruh tanda tersebut pada kesehatan bayi, dokter ini mengatakan:”Ini hal biasa dan tidak akan berpengaruh pada kesehatannya,” sambil menambahkan bahwa tanda itu akan tetap menempel di kulit si bayi hingga ia tumbuh dewasa. Terlebih-lebih jika itu hanya sekedar tanda biasa dan bukan akibat dari saluran darah.

Tentang ucapan ibu sang bayi bahwa anaknya sering tidur miring sebelah kiri sehingga tanda itu nampak jelas, dokter Palestina ini mengatakan:”Hal ini biasa-biasa saja dan tidak ada kaitannya dengan adanya tanda tersebut.”

Akan tetapi seorang dokter ahli penyakit kulit dan reproduksi di Kairo, dr. Abdussalam Al-Dhahiri, melihat dari sisi lain tentang sebab tidak maunya sang bayi tidur miring sebelah kanan, dengan mengatakan:”Bisa jadi sebabnya adalah tanda itu atau semacam tahi lalat. Terutama jika hal tersebut adalah tahi lalat dari aliran darah, karena jenis tahi lalat seperti itu mengakibatkan kesakitan diakibatkan pembekakan pembuluh darah di tempat adanya tanda.”

“Dan jika tahi lalat itu dari jenis bunga karang, dan ini kemungkinannya besar sekali, maka kebanyakan tanda itu akan hilang saat sang bayi berusia lima tahun,” tambah dokter Mesir tersebut. (AM Rais/COMES)

Bayi Ajaib Palestina “Alaa” Lahir Pada Malam Qodr

image
Keajaiban selalu saja muncul di dunia, walaupun frekuensi kemunculannya sangat jarang. Ribuan warga Muslim Palestina di kota Betlehem, Tepi Barat, menyaksikan peristiwa ajaib yang langka itu, ketika seorang bayi lahir dengan tanda unik di pipi kanannya. Keunikan itu adalah, tanda kelahiran yang berwarna kemerahan itu bertuliskan ‘Alaa’ dalam tulisan bahasa Arab. Dan tanda itu adalah nama paman si bayi yang telah martir. Bayi itu lahir pada malam Qodr (Lailatul Qodr), yang diyakini kaum Muslimin sebagai malam diturunkannya Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Kisah bayi ajaib tersebut, pertama kali dilaporkan Senin (1/12) kemarin oleh Reuters, sebelum diekspos oleh berbagai media internasional dalam berita headline. Tanda kelahiran yang terlihat jelas sepanjang 10 cm itu, berakhir di telinga kanan si bayi.

Ia diberi nama Alaa, nama pamannya yang telah syahid. Pamannya adalah anggota Hamas yang dibunuh pasukan khusus Israel pada tanggal 25 Maret di Betlehem, tempat yang diyakini kaum Nasrani sebagai tempat kelahiran Jesus Kristus.

Kepada IslamOnline, ayah sang bayi ajaib Iyyad Hassan mengatakan, bahwa Alaa merupakan hadiah langsung dari Allah ‘Azza wa Jalla. “Tuhan menghadiahkan kami bayi ini, setelah kami kehilangan saudara kami Alaa, seorang Muslim yang sangat taat. Ia lahir pada malam yang penuh keberkahan. Saya berdoa semoga dia akan menjadi anak yang baik,” tutur sang ayah.

Iyyad mengungkapkan, bahwa nenek sang bayi, Eisha Ayyad mengaku dia telah melihat sebuah bunga kemerah-merahan di pipi kanan Alaa. “Sungguh mengherankan, kami mendapatkan nama pamannya yang telah martir, jelas terlihat di pipi sebelah kanannya,” ujar sang ayah.

Sementara sang nenek mengatakan, tanda kelahiran si bayi membuktikan, bahwa para penjajah Zionis boleh jadi bisa membunuh anak-anak mereka. “Tapi mereka tidak bisa membunuh spirit kami,” cetusnya.

Soal keajaiban si bayi, juga diceritakan ibunda Alaa. Dia mengatakan, bahwa bayinya itu selalu tidur menghadap ke sisi kiri. “Seolah-olah dia ingin menarik perhatian semua orang terhadap tanda kelahirannya itu,” ungkapnya.

Sedangkan kakek si bayi, Abu Emad, mengatakan, bahwa Alaa adalah hadiah dari surga. “Saya telah kehilangan putra saya Alaa, semenjak ia syahid di tangan komplotan penjajah Zionis. Karena itu dia sangat dekat sekali di hati saya. Semoga kelahiran cucu saya ini menjadi pertanda baik buat anak saya yang telah martir. Saya selalu berdoa, mudah-mudahan Allah ‘Azza wa Jalla berkenan menempatkannya di surga,” tuturnya penuh harap. (stn/iol/eramuslim)

Cerita Tentang Sahabat Nabi

Abdullah Bin Abbas Ulama yang Andal Berdiplomasi

23 Sep 983:33 pm

imageIbnu Abbas adalah seorang yang di waktu kecil telah mendapat kerangka kepahlawanan dan prinsip-prinsip kehidupan dari Rasulullah saw. Kendati kemudian ia ditinggal wafat Rasulullah masih dalam usia belasan tahun, Ibnu Abbas toh mampu berkembang menjadi insan pilihan. Dan dengan keteguhan iman dan kekuatan akhlaq serta melimpahnya ilmunya, Ibnu Abbas mencapai kedudukan tinggi di lingkungan tokoh-tokoh sekeliling Rasulullah.

Ia adalah putera Abbas bin Abdul Mutalib bin Hasyim, paman Rasulullah saw. Dari kecilnya, Ibnu Abbas telah mengetahui jalan hidup yang akan ditempuhnya, dan ia lebih mengetahuinya lagi ketika pada suatu hari Rasulullah menariknya ke dekatnya selagi ia masih kecil. Sambil menepuk-nepuk bahunya Rasulullah mendoakannya, “Ya Allah, berilah ia ilmu agama yang mendalam dan ajarkanlah kepadanya ta’wil.”


Kemudian berturut-turut pula datangnya kesempatan di mana Rasulullah mengulang-ngulang do’a tadi bagi Abdullah bin Abbas sebagai saudara sepupunya itu. Dan ketika itu ia mengertilah bahwa ia diciptakan untuk ilmu dan pengetahuan. Sementara persiapan otaknya mendorongnya pula dengan kuat untuk menempuh jalan ini. Ketika Rasulullah wafat umurnya belum lagi lebih tiga belas tahun, tetapi dari kecil tak pernah satu hari pun lewat, tanpa ia menghadiri majelis Rasulullah dan menghafalkan apa yang diucapkan.

Tekun menuntut ilmu

Baca lebih lanjut

10 pandangan utama yang keliru mengenai Islam

Tulisan di bawah menjabarkan sepuluh (10) pandangan utama yang keliru mengenai Islam yang berkembang di kalangan non-muslim sekarang ini.


  1. Umat Muslim Adalah Biadab, Teroris dan Ekstrimis
  2. Islam Menindas Kaum Wanita
  3. Umat Muslim Menyembah Tuhan Yang berbeda
  4. Islam Disebarkan Dengan Jalan Kekerasan dan Tidak Memberikan Toleransi Kepada Agama Lain
  5. Seluruh Umat Muslim Adalah Orang Arab
  6. Negara Islam (Louis Farrakhan) Adalah Bagian Dari Umat Muslim
  7. Semua Pria Muslim Ber-Isteri 4 Orang
  8. Umat Muslim Adalah Barbar dan Primitif
  9. Muhammad Adalah Penemu Islam dan Umat Muslim Menyembahnya
  10. Umat Muslim Tidak Percaya Kepada Yesus (Nabi Isa AS) dan Nabi-Nabi Lainnya


01. UMAT MUSLIM ADALAH BIADAB, TERORIS DAN EKSTRIMIS
Inilah pandangan keliru yang terbesar tentang Islam, yang diakibatkan oleh berita klise dan propaganda yang terus menerus dilontarkan berbagai media. Ketika seorang yahudi bersenjata api menyerang masjid, seorang gerilyawan katholik IRA meledakan bom di wilayah pemukiman, atau milisi ortodoks Serbia yang memperkosa serta membunuh muslim yang tidak bersalah, aksi-aksi tersebut tidaklah dianggap berasal dari agama tertentu. Aksi-aksi tersebut tidak pernah dihubungkan dengan agama si pelaku.

Namun sudah seringkali kita dengar kata-kata “Islam, Muslim Fundamentalis” dsb dikaitkan dengan kekerasan. Politik yang seringkali disebut “Negara Islam” mungkin atau tidak, mempunyai dasar-dasar Islam. Seringkali para diktator & politisi memanfaatkan nama Islam demi kepentingan dan ambisi politiknya sendiri. Kita harus ingat untuk selalu berpedoman pada sumber-sumber Islam & memisahkan Islam sebagai agama kebenaran dari semua yang selama ini digambarkan oleh media. Islam secara tata bahasa berarti “Tunduk/Patuh kepada Allah”, dan berasal dari kata dasar “damai”.

Dalam kehidupan di dunia modern sekarang ini, Islam tampak mengagumkan atau bahkan tampak ekstrim. Barangkali hal ini disebabkan karena agama tidak men dominasi kehidupan sehari-hari di Negara Barat, sementara dalam hidup seorang muslim Islam dijadikan “cara hidup/jalan hidup/pandangan hidup” dan mereka tidak membagi dan memisahkan kehidupan dunia & keagamaannya.

Seperti juga agama Kristen, Islam membolehkan perlawanan untuk melindungi diri, melindungi agama, atau bagi mereka yang diusir secara paksa dari tempat tinggalnya. Islam menerapkan aturan yang tegas tentang gerakan perlawanan ini termasuk larangan untuk menyakiti penduduk sipil, merusak pertanian dan lingkungan hidup.

Dimanapun Islam melarang untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah.
Dalam Al-Qur’an telah disebutkan:
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Quran 2:190).

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkal-lah kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui” (Quran 8:61).

Perang merupakan jalan terakhir, dan dilakukan dengan syarat-syarat tertentu yang sesuai dengan aturan agama. Istilah “Jihad” secara bahasa berarti “perjuangan” dan menurut muslim ada 2 jenis jihad. Jihad dalam pengertian lainnya adalah perjuangan terhadap nafsu egoistis dalam diri manusia sendiri agar tercipta kedamaian dalam diri masing-masing.

02. ISLAM MENINDAS KAUM WANITA
Pandangan tentang wanita muslim yang menggunakan jilbab dan dipaksa tinggal di rumah serta dilarang keluar adalah pendapat umum kebanyakan orang. Meskipun di beberapa Negara Islam menerapkan aturan yang memberatkan kaum wanita, hal tersebut tidak dipandang berasal dari Islam. Banyak dari negara tersebut tidak menerapkan aturan yang sesuai syari’ah (aturan berdasarkan hukum Islam), mereka menggunakan aturan atas dasar kebudayaan mereka sendiri yang dibuat berdasarkan jenis kelamin.

Di sisi lain, Islam memberikan tugas dan kesamaan yang berbeda antara pria & wanita seperti yang ditetapkan dalam Al-Quran serta dicontohkan oleh Nabi SAW. Islam memandang wanita, baik yang belum menikah maupun yang sudah menikah, sebagai individu yang mempunyai hak pribadi, seperti hak untuk memiliki dan menentukan kekayaan dan memperoleh penghasilan sendiri. Mahar yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita berhak untuk digunakan sendiri, dan dia harus menjaga nama keluarganya daripada nama keluarga suaminya. Baik pria maupun wanita diwajibkan untuk berpakaian yang sopan dan menutup aurat. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik orang diantara pengikutku adalah yang menghormati dan memperlakukan istrinya dengan baik”.

Bentuk kekerasan apapun terhadap wanita dan memaksakan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan mereka tidak diperbolehkan. Pernikahan seorang muslim merupakan hal sederhana, masing-masing dibebaskan untuk mengadakan akad nikah yang sah termasuk syarat-syaratnya. Tradisi pernikahan seperti ini sangat bervariasi di satu negara maupun di negara lainya. Perceraian tidaklah disukai Allah, meskipun hal itu dibolehkan sebagai jalan terakhir. Menurut Islam, seorang gadis muslim tidak bisa dipaksa untuk menikah dengan pasangan yang tidak disukainya, orang tuanya seharusnya menyarankan sang gadis untuk memilih pasangan yang sesuai baginya.

03. UMAT MUSLIM MENYEMBAH TUHAN YANG BERBEDA
Allah diambil dari bahasa Arab yang berarti Tuhan. Allah bagi muslim adalah Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Mulia, yang menurut bahasa Arab berarti bahwa hanya satu-satunya Tuhan dan tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya.

Allah artinya sama dengan “Tuhan” bagi orang-orang Yahudi, juga Yesus Kristus bagi orang-orang Nasrani. Tuhan berarti sama dengan di dalam agama Yahudi, Kristen dan Islam. Allah adalah Tuhan yang sama yang disembah oleh muslim, kristen dan yahudi. Muslim yakin bahwa kedaulatan Allah harus diakui baik dalam beribadah maupun dalam janji untuk mematuhi ajaran dan perintah-Nya yang disampaikan melalui Nabi serta Rasul-Nya yang diutus di beberapa tempat sepanjang sejarah.

04. ISLAM DISEBARKAN DENGAN JALAN KEKERASAN DAN TIDAK MEMBERIKAN TOLERANSI KEPADA AGAMA LAIN
Banyak buku teks pelajaran di sekolah-sekolah yang menggambarkan seorang laki-laki Arab berkuda dengan pedang di satu tangan dan Al-Quran di tangan lainnya berusaha memaksa orang untuk masuk agama Islam. Tentu saja hal ini bukanlah gambaran sejarah yang benar. Islam selalu menghormati dan memberikan kebebasan untuk beragama kepada siapapun.

Dalam Al-Quran disebutkan : “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesunguhnya Allah menyukai orang- orang yang berlaku adil” (Quran 60:8).

Kebebasan beragama juga telah disebutkan dalam Al-Quran : “Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam. Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah” (Quran 2:256).

Seorang Misionaris Kristen, T.W. Arnold memberikan pendapatnya tentang pertanyaan seputar penyebaran Islam : “… hal apapun yang diatur untuk memaksakan menerima Islam, atau bentuk-bentuk penganiayaan yang sistematis untuk membasmi agama Kristen, sama sekali tidak kami dengar. Jika para Khalifah terpilih ini ingin melakukan tindakan seperti itu, tentu mereka sudah membinasakan Kristen dengan mudah seperti Ferdinand dan Isabella yang mengusir Islam dari Spanyol, atau Louis XIV yang menyebarkan agama Protestan …”

Sudah merupakan aturan dalam hukum Islam untuk melindungi hak-hak dan status kaum minoritas. Itulah sebabnya tempat-tempat ibadah non-Islam berkembang di seluruh bumi Islam. Sejarah telah menunjukkan banyak contoh toleransi muslim terhadap agama lain.
Ketika Khalifah Umar bin Khattab memasuki Yerusalem pada tahun 634M, Islam menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama di kota itu. Selain menyatakan kepada penduduk bahwa kehidupan dan kekayaan mereka akan aman, serta tempat ibadah mereka tidak akan diambil alih, Beliau juga meminta pendeta-pendeta Kristen Spronius untuk ikut bersama Beliau mengunjungi semua tempat suci dan tempat ibadah.

Hukum Islam juga mengijinkan kaum minoritas non-muslim untuk membuat pengadilan sendiri. Kehidupan dan kekayaan semua penduduk di Negara Islam dianggap suci baik itu milik muslim maupun non-muslim.

Rasisme bukanlah bagian dari Islam, Al-Quran menyebutkan tentang kesamaan derajat manusia dan betapa manusia sama di hadapan Allah :
“Hai manusia, sesunguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Quran 49:13).

05. SELURUH UMAT MUSLIM ADALAH ORANG ARAB
Masyarakat muslim di dunia berjumlah sekitar 1,2 milyar. 1 dari 5 orang di dunia adalah muslim. Muslim terdiri dari berbagai ras, suku bangsa & budaya dari seluruh dunia -Filipina sampai Nigeria-, mereka bersatu dalam agama
Islam.
Hanya sekitar 18% muslim yang tinggal di negeri Arab, sementara komunitas muslim terbesar adalah di Indonesia.
Kebanyakan muslim tinggal di Pakistan Timur. 30% muslim tinggal di wilayah India, 20% di Gurun Sahara Afrika, 17% di Asia Tenggara, 18% di Arab, dan 10% di Uni Soviet & Cina.
Turki, Iran dan Afghanistan terdiri dari 10% muslim non-Arab di Timur Tengah.

Meskipun muslim menjadi kaum minoritas di hampir setiap negara, termasuk di Amerika Latin dan Australia, tetapi kebanyakan muslim tinggal di Rusia dan Negara/Pemerintahan baru yang merdeka, India dan Afrika Bagian Tengah. Sementara itu di Amerika ada sekitar 6 juta muslim tinggal di negara tersebut.

06. NEGARA ISLAM (Louis Farrakhan) ADALAH BAGIAN DARI UMAT MUSLIM
Islam dan Negara Islam (Nation of Islam yang dibangun oleh Louis Farrakhan) adalah 2 hal yang berbeda. Muslim menganggap bahwa kelompok tersebut hanyalah merupakan satu dari banyak cara ibadah yang mengunakan nama Islam untuk kepentingannya sendiri. Satu hal yang sama di antara keduanya adalah bahasa yang digunakan. Pemilihan nama “Negara Islam” adalah keliru, agama ini seharusnya disebut Farrakhanisme, karena nama pelopornya adalah Louis Farrakhan.

Islam dan Farrakhanisme secara fundamental banyak mempunyai perbedaan. Misalnya, pengikut Farrakhan percaya dengan rasisme dan “orang kulit hitam” adalah orang suci sehingga merekalah yang mempunyai derajat dan berkuasa. Sedangkan Islam tidak mengenal rasisme dan semua orang mempunyai derajat sama di hadapan Allah, yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaan seseorang. Banyak sekali contoh-contoh teologis yang menunjukkan bahwa ajaran suatu negara tidak sesuai dengan kebenaran Islam. Banyak kelompok di Amerika yang menyatakan melaksanakan Islam dan menyebut pengikutnya muslim.

Siapapun yang serius mempelajari Islam seharusnya meneliti dan menemukan kebenaran Islam. Hanya ada 2 sumber otentik yang menjadi pedoman setiap muslim yaitu 1. Al-Quran, dan 2. As-Sunnah atau Al-Hadits. Berbagai pengajaran yang berlabelkan “Islam” yang bertentangan ataupun divariasikan dengan pemahaman dasar-dasar agama secara langsung dan bentuk praktek-praktek Islam seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al- Hadits harus ditolak dan agama seperti ini harus dianggap sebagai Islam palsu. Di Amerika banyak sekali Islam palsu, Farrkhanisme adalah salah satunya.

Sebenarnya faham-faham tersebut tidak boleh menyebut dirinya muslim dan beragama Islam, seperti Bahaisme yang disebut sebagai cabang Islam, tetapi penganut Bahaisme tidak menyebut dirinya Muslim ataupun agama mereka adalah Islam. Sesungguhnya Bahaisme bukanlah Islam sebagaimana Farrakhanisme yang bukan Islam.

07. SEMUA PRIA MUSLIM BER-ISTERI 4 ORANG
Agama Islam terbuka bagi semua masyarakat sepanjang jaman dan sangat cocok untuk kondisi masyarakat yang pada umumnya berbeda-beda. Keadaan membolehkan untuk menikah lagi asal haknya tetap terjamin, dan menurut Al-Quran, hanya dengan syarat jika suaminya benar-benar berlaku adil. Tidak seorang wanitapun yang bisa dipaksa untuk menerima pernikahan seperti ini jika mereka tidak menginginkannya, dan mereka juga mempunyai hak untukmembatalkan pernikahan tersebut.

Poligami bukan merupakan perintah, juga bukan merupakan anjuran, tetapi hanya dibolehkan.
Pandangan tentang “Syeikh dan selir-selirnya” tidaklah konsisten dengan Islam, karena seorang laki-laki dibolehkan untuk mempunyai paling banyak 4 istri jika dia bisa memenuhi syarat-syarat yang cukup berat yaitu memperlakukan masing-masing istrinya dengan adil dan menyediakan rumah yang terpisah untuk mereka, dsb.

Ijin untuk melakukan poligami tidak dikaitkan dengan kepuasan nafsu belaka. Tetapi lebih dikaitkan dengan rasa iba terhadap para janda dan anak-anak yatim. Al-Quran membatasi dan menetapkan syarat untuk praktek poligami di antara orang-orang Arab, yang mempunyai istri 10 orang atau lebih dan menjadikan mereka sebagai “simpanan”.

Hal yang benar dan akurat jika dikatakan Islam melakukan pengaturan atas praktek poligami, membatasinya, membuatnya lebih manusiawi dan memberikan hak serta status yang sama bagi semua istri.

Apa yang dimaksudkan dalam Al-Quran adalah bahwa, secara keseluruhan poligami dapat dilakukan jika perlu. Sudah jelas bahwa aturan Islam adalah monogami dan bukan poligami. Persentase muslim yang melakukan poligami sangat kecil sekali. Namun, ijin melakukan poligami ini disesuaikan dengan pandangan Islam tentang sifat alamiah pria dan wanita, berbagai macam kebutuhan sosial, serta keanekaragaman budaya.

Pertanyaannya adalah, seberapa jauh fleksibilitas yang ada dalam Islam, juga tentang kebenaran dan kejelasan dalam Islam berkaitan dengan masalah yang timbul di dalam prakteknya. Dari pada menerima kemunafikan dan kerelaan yang semu, Islam mempelajari lebih dalam lagi tentang masalah-masalah yang dihadapi individu-individu manusia dan masyarakat, dan memberikan legitimasi serta solusi-solusi yang jelas yang lebih bermanfaat daripada jika mereka menolaknya. Sudah tentu istri kedua harus dinikahi secara sah serta diperlakukan dengan baik daripada menjadi istri simpanan yang tanpa hak ataupun ketetapan yang sah.

08. UMAT MUSLIM ADALAH BARBAR DAN PRIMITIF
Salah satu penyebab menyebarnya Islam dengan cepat dan damai adalah kesederhanaan doktrin-doktrin Islam yang mengajak untuk menyembah hanya kepada satu Tuhan yaitu Allah.
Manusia terus diperintahkan untuk menggunakan akal pikirannya. Sehingga dalam waktu yang tidak lama, peradaban berkembang, lembaga pendidikan didirikan, semuanya berlangsung seperti yang disabdakan oleh Nabi SAW, “Menuntut ilmu adalah perintah bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”.

Perpaduan ide di Timur dan Barat, pemikiran baru dan lama, menyebabkan terjadinya berbagai kemajuan besar di berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti kedokteran, matematika, fisika, astronomi, geografi, arsitektur, seni, sastra, dan sejarah. Banyak sistem yang sangat penting seperti aljabar, angka Arab, dan konsep angka nol (sangat penting dalam kemajuan matematika), ditemukan orang-orang Eropa pada abad pertengahan dari Islam.
Alat-alat canggih yang memungkinkan perjalanan orang-orang Eropa dalam penemuan tersebut berhasil dikembangkan, termasuk astrolabel, kuadran serta peta navigasi yang presisi dan akurat.

09. MUHAMMAD ADALAH PENEMU ISLAM DAN UMAT MUSLIM MENYEMBAHNYA
Muhammad lahir di Makkah pada tahun 570. Sejak ayahnya meninggal sebelum Beliau dilahirkan, dan tidak lama kemudian disusul oleh ibunya dan kakek Beliau, Beliau dibesarkan oleh pamannya yang berasal dari kaum bangsawan suku Quraisy.
Ketika Beliau dewasa, Beliau dikenal karena kejujurannya, kemurahan hati dan ketulusannya, sehingga beliau dibutuhkan karena kemampuannya dalam mengadili perselisihan. Para sejarawan menggambarkan pribadi Beliau sebagai orang yang tenang dan penuh pemikiran. Muhammad benar-benar agamis, dan karenanya menjadikan Beliau dibenci di kalangan masyarakatnya sendiri yang saat itu tengah mengalami dekadensi.

Telah menjadi kebiasaan Beliau untuk berdiam diri/merenung/bertafakkur, dari waktu ke waktu di Goa Hira di dekat Makkah. Pada usia 40 tahun, ketika sedang berdiam diri di Goa Hira tersebut, Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah melalui malaikat Jibril. Wahyu ini yang diturunkan selama kurang lebih 23 tahun, kemudian dikenal sebagai Al-Quran.
Beliau segera menerima wahyu yang disampaikan melalui Malaikat Jibril dan mengajarkan kebenaran yang Allah turunkan kepadanya, sehingga Beliau dan sedikit pengikutnya kemudian mengalami penganiayaan yang berat sampai akhirnya pada tahun 622 Allah memerintahkan untuk pindah/hijrah.

Peristiwa Hijrah, perjalanan dari Makkah menuju Madinah inilah yang menandai permulaan penanggalan/kalender Islam. Setelah beberapa tahun, Nabi SAW dan pengikutnya kembali ke Mekkah, dimana Beliau memaafkan musuh-musuhnya dan kemudian membangun Islam dengan kokoh.

Sebelum Nabi SAW wafat pada usia 63 tahun, penduduk Arab yang terbanyak adalah Muslim, dan bersamaan dengan 1 abad wafatnya Beliau, Islam telah menyebar hingga ke Spanyol bagian barat, dan Cina bagian timur. Beliau wafat dengan meninggalkan kurang dari 5 kekayaan atas namanya.

Ketika Muhammad SAW dipilih untuk menyampaikan wahyu Allah, Beliau tidak dianggap sebagai “penemu” Islam, karena muslim menganggap Islam adalah agama yang sama yang memberikan petunjuk kepada seluruh umat manusia seperti yang telah diturunkan kepada para Nabi di jaman-jaman sebelumnya. Muslim yakin semua Nabi seperti Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan lainnya diturunkan untuk memberikan petunjuk kepada umat mereka.

Setiap Nabi dikirim sebagai utusan Allah kepada masing-masing umatnya, tetapi Muhammad SAW dikirim Allah kepada seluruh umat manusia. Muhammad adalah Nabi serta Rasul terakhir yang dikirimkan Allah untuk menyampaikan ajaran Islam. Muslim memuja dan menghormati Beliau atas apa yang telah Beliau sampaikan dan atas dedikasi Beliau, tetapi muslim tidak menyembah Beliau.

Dalam Al-Quran disebutkan : “Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi” (Quran 33:45-46).

10. UMAT MUSLIM TIDAK PERCAYA KEPADA YESUS (NABI ISA AS) DAN KEPADA NABI-NABI LAINNYA
Umat Muslim menghormati dan memuja Isa AS (Yesus) serta mengharapkan kehadirannya kembali. Muslim menjadikan Isa AS sebagai salah satu utusan Allah yang terbaik bagi seluruh umat manusia. Seorang muslim tidak hanya menyebut “Isa”, tetapi selalu menambahkan “alaihissalam” (disingkat AS). Al-Quran menegaskan kelahirannya yang suci (Surat Maryam), dan Maria/Maryam dianggap sebagai wanita tersuci di antara semua mahkluk.

Dalam Al-Quran hal tersebut diceritakan sebagai berikut :
“Dan (Ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata : “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’-lah bersama orang-orang yang ruku’. Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad), padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

(Ingatlah), ketika malaikat berkata : “Hai Maryam sesungguhnya Allah mengembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat yang datang dari pada-Nya, namanya Al-Masih Isa Putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang shaleh.

Maryam berkata : “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku punya anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Demikianlah Allah menciptakan apa yang di kehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya : “Jadilah” lalu jadilah dia” (Quran 3:42-47).

Isa AS dilahirkan dengan keajaiban seperti halnya ketika Adam AS diturunkan sebagai manusia pertama tanpa adanya ayah :
“Sesunguhnya, misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya : “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia” (Quran 3:59).

Selama tugas kerasulannya, Isa AS menunjukkan banyak mukjizat.
Dalam Al-Quran disebutkan :
“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka) : “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah, dan aku menyembuhkan orang-orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang-orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang-orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sunguh-sunguh beriman” (Quran 3:49).

Baik Muhammad SAW maupun Isa AS tidak diturunkan untuk mengubah doktrin dasar untuk menyembah hanya kepada Allah seperti yang sudah disampaikan oleh Nabi-nabi terdahulu, tetapi untuk menegakkan dan memperbaharuinya.

Dalam Al-Quran di jelaskan :
“Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku” (Quran 3:50).

Rasulullah Muhammad SAW bersabda :
“Barang siapa yang yakin bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan tidak menyekutukan-Nya, dan bahwa Muhammad SAW adalah Rasul-Nya, bahwa Isa AS adalah Nabi dan Rasul Allah, ruh-Nya yang ditiupkan ke tubuh Maryam & tidak ada kekuatan yang melebihinya, dan bahwa Surga dan Neraka itu benar adanya, akan dimasukkan Allah ke dalam surga” (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari).

Sumber :

1. Islam: A Brief Introduction, Islamic Circle of North America, Jamaica, New York.

2. Understanding Islam and the Muslims, The Islamic Affairs Department, The Embassy of Saudi Arabia, Washington DC, 1989.

3. Badawi, Jamal, Polygamy in Islamic Law, The Muslim Students’ Association of the United States & Canada.

4. Islam and Farrakhanism Compared, The Institute of Islamic Information and Education, Chicago, Illinois.

5. Jihad Explained, The Institute of Islamic Information & Education, Chicago, Illinois.

 

VCD Hj. Irene Handono muallaf mantan Biarawati

Aku bulak balik lihat situ dulu, aku nemuin tentang ini, Tentang Hj. Irene Handono muallaf mantan Biarawati, Situs ini banyak komentar2 pertentangan Tentang Agama Islam dan Kristen,,,!! Nih Isi Dari Tulisan S. Gozali Tanggal 23 Feb 04,,,, Klau kalian Mau Akan ku kutip komentar komentar tentang ini Nanti!!!?

Ini Isi Dari Tulisan S. Gozali

 

VCD Hj. Irene Handono muallaf mantan Biarawati

Membongkar strategi dan program Pemurtadan terhadap umat Islam
\SeMUA @pL!K@s!\Master\Master Disk Lamo\Agama\ArtikelAgama\A1\images\handono2-03.jpgAssalamu’alaikum wr wb
Bismillahir Rohmanir Rohiim

Alhamdulillah, saya memperoleh VCD HJ. Irene Handono yang isinya berupa ceramah beliau dibulan Ramadhan Nopember 2003 tahun lalu yang wajib ditonton oleh umat Islam untuk mengetahui Kristology guna membendung Pemurtadan.

Ringkasan ceramahnya antara lain sbb:
Hj Irene Handono dilahirkan di lingkungan keluarga kristen kaya yg taat. Beliau dididik dari kecil di sekolah kristen sampai ke sekolah elit biarawati.

Sampai suatu hari, beliau diajarkan oleh pasturnya utk membenci Islam. Pasturnya berkata: “Islam itu agama buruk, lihat saja koruptor, preman, orang miskin di indonesia itu kebanyakan umat islam.”


\SeMUA @pL!K@s!\Master\Master Disk Lamo\Agama\ArtikelAgama\A1\images\handono2-02.jpgTapi Hj Irene Handono tidak menerima begitu saja, beliau membandingkan dengan keadaan umat kristiani di berbagai dunia seperti di mexico, irlandia, filipina, italia. Ternyata keadaan mereka juga tak kalah carut marutnya: miskin, mafioso, kriminil, dll. Kesimpulan beliau : tak bisa menilai agama dari keadaan umatnya.

Beliau kemudian mengusulkan utk mempelajari Islam dari sumbernya langsung yaitu Al Qur’an. Beliau membaca surah Al Ikhlas, dan langsung tersentuh. kemudian berdiskusi dengan pasturnya.

1. Beliau bertanya pada pastur:”apa hakikat ketuhanan?” tentu saja pasturnya heran, kok biarawati masih nanya pertanyaan kayak gini. Lalu pastur membuat segitiga sama sisi.

A-B = B-C = C-A
            A
          /_\
          B C

Pastur berkata:”segitiga ini SATU tapi punya TIGA sisi (Allah, Roh Kudus, Yesus).”

Hj Irene Handono lalu menggambar bujur sangkar dan berkata:”kalo gitu Tuhan bisa berkembang seperti ini (punya 4 sisi)”

2. Hj Irene Handono “bertanya” pada pasturnya, “Siapa yg menciptakan meja kayu ini?” Meja kayu dibuat oleh tukang kayu, dan sampai 100 tahun ke depan, meja itu takkan pernah menjadi tukang kayu. intinya: Yesus itu manusia dan TAKKAN PERNAH menjadi pencipta manusia alias Tuhan.

3. Beliau kembali “bertanya” kepada pasturnya:”Siapa yg melantik ketua RW?” tentu saja pejabat di atasnya yaitu Lurah. Tak mungkin beberapa ketua RT melantik salah satu dari mereka sebagai RW, begitu juga 100 kopral melantik salah satu dari mereka sebagai jendral. intinya: tak mungkin bisa (ilegal) kesepakatan manusia melantik manusia lain (Yesus) sebagai Tuhan. Yesus dilantik sebagai Tuhan oleh Kaisar Romawi pada tahun 300-an M (lupa persisnya )

\SeMUA @pL!K@s!\Master\Master Disk Lamo\Agama\ArtikelAgama\A1\images\handono2-01.jpgUntuk menarik simpati umat muslim, umat kristen menggunakan taktik “daripada capek mengejar ayam, lebih baik pancing ayam itu dengan umpan yang tidak ada nilainya”

Contoh: Gereja menginstruksikan utk mengucapkan selamat Idul fitri, agar ketika hari natal tiba, orang2 Islam merasa sungkan kalau tidak membalas dengan ucapan selamat natal dengan alasan toleransi. Orang kristen tahu bahwa ada fatwa haram mengucap selamat natal dari MUI.

Ada buku karangan Hj Irene Handono, yang berjudul: “Perayaan natal 25 desember:antara dogma & toleransi” Di dalam buku itu dijelaskan arti dari lambang cemara pada saat natal (padahal di palestina tempat lahir Yesus tidak ada cemara), mengapa natal jatuh pada tanggal 25 desember, dll.

Bukunya yang lain berjudul “Islam Dihujat” yang merupakan jawaban atas buku “Islamic Invasion” karangan Robet Morey, yang dijadikan panutan oleh gereja2 di dunia. Menurut beliau, buku tersebut lebih kasar daripada buku “Satanic verses” karangan Salman Rushdie. Isinya antara lain menghujat Rasulullah SAW:
1. Muhammad epilepsi
2. Muhammad mengalami kelainan seksual
3. Muhammad mati karena diracun perempuan
dll.

\SeMUA @pL!K@s!\Master\Master Disk Lamo\Agama\ArtikelAgama\A1\images\handono2-04.jpgPada majalah TIMES edisi Juni 2003 dikupas mengenai program kristenisasi, Tony Blair & George W Bush adalah anggota aliran kristen radikal (evangelis), juga digambarkan peta kristenisasi dunia.
(Bagi yg tidak percaya, boleh membaca TIMES Juni 2003) Mengapa umat islam dikristenkan?

Jika di Al Qur’an, surah Al Baqarah ayat 256 berisi: “Tiada paksaan dalam beragama” dan pada surah Al Kaafiruun berisi: “Untukmu agamamu,untukku agamaku”

Maka berbeda di injil versi mereka, berisi: “Carilah domba tersesat dan sebarkan ajaranmu ke seluruh dunia & jadikan mereka murid-muridmu”

Ini adalah kalimat perintah (kewajiban), sama halnya dengan kewajiban sholat bagi umat Islam. Jadi bagi umat kristen yang tidak mencari “domba tersesat” utk dikristenkan maka akan masuk neraka.

Siapakah “domba tersesat” itu? ya seluruh manusia yang belum memeluk kristen.

Pada Al Baqarah ayat 120:”Orang Yahudi & Nasrani takkan senang kepadamu hingga kamu mengikuti milah mereka”

Milah bisa berarti agama atau pemikiran, tingkah laku. Jadi kalau nggak bisa dikristenkan, maka biarkan saja KTPnya Islam, tapi pikirannya seperti yahudi/kristen atau minimal sekuler.

Mengapa umat kristen menolak sisdiknas?
Pada majalah Fortune edisi Juli 2001 berisi: “James Riyadi:the worst man for moslems” Ini adalah sebuah peringatan sebab James Riyadi ingin melaksanakan program kristenisasi dengan mendirikan 1000 sekolah gratis, sehingga ketika sekolah2 semakin mahal tak terjangkau maka banyak orang muslim tak mampu yg menyekolahkan anak2nya di sekolah gratis tersebut yg tentu saja mengajarkan kristen.

Yang pikirannya diracuni dengan sekuler bukan hanya orang yang awam agama Islam, tapi juga pemuka Islam, bahkan sampai ada yang berkata: “urusan moralitas bukan urusan negara” maka tampak jelas bahwa pemuka itu berpikiran sekuler.

Otak kita sudah dirasuki pemikiran/budaya kristiani, Beberapa bukti:
1. Kita hafal betul tanggal natal & valentine tapi ingatkah kita pada tanggal 1 muharram???

2. Kita pasti punya rencana kegiatan setiap akhir tahun, tapi apakah kita punya rencana pada tgl 1 muharram?? muhasabah atau kegiatan islami lain.

3. Kita sering menonton telenovela seperti dulce maria (menurut beliau merupakan propaganda kristen-katolik). Tapi apakah kita tahu tentang Hasan & Husen, Fatimah? mungkin yang kita tahu cuma fatimah adalah putri Rasul, selebihnya kita tak tahu siapa Fatimah sebenarnya.

Ada Dr Suradi, dokter kristen yang melakukan praktek gratis, dalam rangka kristenisasi. Bahkan beliau berani berkata:”Kita jangan takut2 utk melakukan kristenisasi, karena umat Islam yang mengerti Al Qur’an hanya 10%.” benarkah pernyataan tersebut? Jika kita tanya pada hai nurani kita, maka tentu saja jawabannya 100% benar.

Cara lain yang digunakan untuk kristenisasi adalah :
1. Injil berbahasa arab, bahkan dibaca seperti tilawah qur’an. Bagi yang jarang mendengarkan atau membaca Al Qur’an maka pasti akan terkecoh.

2. Ada kaligrafi Injil Matius yang sengaja dibuat utk mencontoh kaligrafi Al Qur’an dan mulai disablon di kaos-kaos untuk dijual.

Pada injil, surat Roma pasal 3 ayat 7 menyatakan: dusta utk syiar agama boleh-2 saja

Beberapa proyek kristenisasi yang sedang berjalan di Indonesia :
1. Jericho: Mengkristenkan Jawa
2. Andalas: Mengkristenkan Sumatra
3. Joseph 2004: Menjadikan org Kristen sebagai presiden. Kalo tidak bisa, minimal presidennya adalah orang yang berKTP Islam tapi pikirannya seperti Yahudi/Kristen atau sekuler.

Saat ini gereja banyak mempelajari Islamologi, sama seperti polisi yang mempelajari kriminologi bukan untuk menjadi penjahat tapi untuk menangkap penjahat. Begitu juga umat kristen, mereka mempelajari islam untuk mengalahkan umat Islam.

Ada Institut Teologi bernama Kalimatullah yg mengajarkan Islamologi sebanyak 18 sks, sedangkan Apostolos memberi Islamologi sebanyak 36 sks. Nah, sudah berapa sks-kah Islamologi kita???

Jika di sekitar kita ada orang yang:
1. Lapar
2. Telanjang (tak punya uang utk beli baju)
3. Sakit (gak mampu ke dokter)
4. Tidak sekolah

Maka jangan dibiarkan, mari kita bantu mereka karena keempat jenis tanda-2 itu merupakan pintu masuk yang paling strategis bagi kristenisasi.

Ibda’ bi nafsih (Mulailah dari diri sendiri!)

Ya Allah, berilah kami pertolongan & kekuatan untuk menegakkan dienul Islam di muka bumi ini, dan mengalahkan rencana makar mereka. Sesungguhnya Engkau-lah sebaik-baik pembuat rencana (makar). Amiin ya Robbal ‘aalamiin.

Kesalahan datangnya dari saya pribadi, dan kebenaran datangnya dari Allah SWT maka janganlah kita menjadi orang-orang yang ragu.

Setelah menyaksikan VCD tsb saya peroleh banyak sekali wawasan khususnya yang berkaitan dengan proyek proyek pemurtadan. Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayah dan kekuatan kepada HJ. Irene Handono untuk terus selalu men syiar kebenaran Islam. Amiiin ya robbal alamiin.

Bilamana ada yang berminat, saya akan informasikan lebih lanjut via pengelola Swaramuslim. Dan untuk itu silahkan isi komentar dibawah ini.

Wassalamu’alaikum wr wb

KISAH NABI SALEH A.S.

Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bahagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama ” Alhijir ” terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud A.S.

Baca lebih lanjut

KISAH NABI HUD A.S.

“Aad” adalah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama “Al-Ahqaf” terletak di utara Hadramaut atr Yaman dan Umman dan termasuk suku yang tertua sesudak kaum Nabi Nuh serta terkenal dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar dan sasa. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehinggakan memudahkan mereka bercucuk tanam untuk bhn makanan mrk. dan memperindah tempat tinggal mereka dengan kebun-kebun bunga yang indah-indah. Berkat kurnia Tuhan itu mereka hidup menjadi makmur, sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar diantara suku-suku yang hidup di sekelilingnya.

Baca lebih lanjut

KISAH NABI NUH A.S.

Nabi Nuh adalah nabi keempat sesudah Adam, Syith dan Idris dan keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.

Baca lebih lanjut

AGAMA

KISAH NABI IDRIS A.S.

Tidak banyak keterangan yang didpti tentang kisah Nabi Idris di dalam Al-Quran mahupun dalam kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab sejarah nabi-nabi.Di dalam Al-Quran hanya terdpt dua ayat tentang Nabi Idris iaitu dalam surah Maryam ayat 56 dan 57:
“Dan ceritakanlah { hai Muhammad kepada mereka , kisah } Idris yang terdpt tersebut di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sgt membenarkan dan seorang nabi. 57 – Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” { Maryam : 56 – 57 }

Baca lebih lanjut

KISAH NABI ADAM A.S.

Setelah Allah s.w.t. menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.